KAI Uji Coba B50 dan Siapkan Perluasan KRL untuk Tekan Emisi Karbon

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 14 Juli 2026 13:47 WIB
KAI Uji Coba B50 dan Siapkan Perluasan KRL untuk Tekan Emisi Karbon

Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat upaya pengurangan emisi karbon melalui uji coba penggunaan biodiesel B50 dan rencana perluasan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain mengembangkan energi yang lebih bersih, KAI juga memperkuat program keberlanjutan melalui penanaman ribuan pohon serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu menekan emisi karbon dari sektor transportasi yang terus meningkat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan perusahaan telah melakukan uji coba penggunaan biodiesel B50 sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan.

"Kami telah melakukan uji coba B50. Ini benar-benar produk Indonesia karena Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil melakukan blending hingga B50. Saat ini kami masih melakukan berbagai penyesuaian teknis agar implementasinya berjalan optimal," kata Bobby di Balai Yasa Jogja pada Senin (14/7/2026).

Menurut Bobby, penggunaan B50 dinilai lebih efisien sekaligus lebih berkelanjutan karena separuh komposisinya berasal dari bahan bakar nabati yang dapat diperbarui. Pemanfaatan biodiesel tersebut menjadi salah satu langkah KAI dalam mengurangi penggunaan energi berbasis fosil.

"Sebelumnya seluruhnya berbasis fosil, sekarang 50% berasal dari bahan bakar nabati yang renewable. Artinya kita mulai beralih dari sumber daya yang terbatas menuju sumber daya yang dapat diperbarui," ujarnya.

Komitmen terhadap transportasi rendah emisi juga diwujudkan melalui implementasi prinsip ESG. Pada pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) KAI yang digelar dua tahunan, perusahaan menanam 25 pohon produktif di kawasan Balai Yasa Jogja. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh 25 pimpinan unit kerja dari kantor pusat, daerah operasi, hingga anak perusahaan.

Sepanjang 2026, KAI mencatat telah menanam lebih dari 4.500 pohon. Sementara sejak 2022 jumlah pohon yang telah ditanam mencapai hampir 100.000 batang sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan sosial.

"Ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan berbasis ESG. Rating ESG KAI juga terus meningkat setiap tahun. Transformasi perusahaan kami tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga people dan planet," katanya.

Di sektor layanan transportasi, KAI juga terus memperluas angkutan massal berbasis rel yang menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. Bobby menjelaskan satu penumpang KRL hanya menghasilkan emisi sekitar 34 gram karbon dioksida (CO₂) per kilometer, sedangkan mobil mencapai sekitar 140 gram CO₂ per kilometer.

Perbedaan tingkat emisi tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan mempercepat pengembangan jaringan KRL sebagai moda transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.

"Ke depan kami akan mengembangkan jaringan KRL, baik di kawasan Jabodetabek, Jogja maupun Surabaya. Harapannya emisi karbon dari sektor transportasi dapat terus ditekan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online