DPRD Kota Jogja Minta Disdik Lakukan Simulasi PPDB SMP

Ilustrasi PPDB. - JIBI
14 Mei 2020 10:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebelum petunjuk teknis penerimaan siswa baru ditetapkan, Komisi D DPRD Kota Jogja meminta Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan simulasi terhadap rancangan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 khususnya untuk jenjang SMP negeri. 

“Dengan adanya pandemi Covid-19, maka penerimaan peserta didik baru [PPDB] SMP tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Oleh karena itu, perlu ada simulasi terlebih dulu terkait teknis pelaksanaannya,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta M Ali Fahmi, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, simulasi tersebut perlu dilakukan untuk menetapkan berbagai mekanisme pendaftaran, salah satunya adalah formula yang tepat dalam menentukan nilai yang akan digunakan calon siswa sebagai acuan saat mengikuti PPDB SMP negeri khususnya dari jalur mutu dan prestasi.

Pada PPDB tahun ajaran 2020/2021, nilai yang akan digunakan calon siswa untuk melakukan pendaftaran dihitung berdasarkan rata-rata nilai rapor sejak semester tujuh hingga 11 ditambah indeks sekolah.

Nilai rapor yang akan digunakan hanya untuk tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Sedangkan indeks sekolah ditetapkan berdasarkan rerata ujian sekolah daerah dari tiap sekolah dalam tiga tahun terakhir.

“Kedua komponen di atas diharapkan dapat diformulasikan dan disimulasikan secara tepat agar tidak ada calon siswa yang terlalu dirugikan,” katanya.

Dinas Pendidikan Kota Jogja menetapkan proporsi penilaian untuk komponen nilai rapor dan indeks sekolah, yaitu masing-masing 60% dan 40%.

“Mekanisme penetapan penilaian untuk PPDB sudah kami simulasikan dan proporsi 60:40 dinilai proporsi yang paling ideal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Asrori.

Budhi berharap, penetapan indeks sekolah tersebut dalam menjadi koreksi terhadap perbedaan standar pemberian nilai rapor dari tiap sekolah.

Ia memastikan sudah mengantongi data terkait indeks seluruh sekolah baik negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta, bahkan sekolah dari kabupaten lain di DIY.

“Saat pendaftaran, akan kami sampaikan sebaran nilai rerata dan juga indeks sekolah sekaligus simulasi penilaiannya supaya bisa memberikan gambaran mengenai persaingan di suatu sekolah,” katanya,

Pada PPDB tahun ajaran 2020/2021, tetap akan mengakomodasi berbagai jalur penerimaan, di antaranya zona wilayah dengan kuota 25 persen untuk mengakomodasi siswa yang tinggal di sekitar sekolah. Pada jalur zona wilayah tersebut, dasar utama persaingan tidak pada nilai tetapi jarak RW tempat tinggal ke sekolah yang dituju.

Selain itu, juga dibuka jalur zona mutu dengan kuota 35 persen yang diikuti siswa dari Kota Jogja dengan persaingan nilai, siswa dari keluarga miskin 10 persen, dan disabilitas 5%.

PPDB juga dibuka untuk jalur perpindahan tugas orang tua dan kemaslahatan guru 5%, jalur bibit unggul sekolah 10%dan jalur prestasi luar daerah 10%.

“Penetapan kuota ini juga memperhatikan hasil evaluasi PPDB tahun sebelumnya serta aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Budhi.

Seluruh mekanisme pendaftaran peserta didik baru jenjang SMP negeri di Kota Jogja dilakukan secara online.

Sumber : Antara