Arus Kendaraan Masuk DIY Lewat Jalan Wates Mulai Padat

Kendaraan berplat nomor luar DIY diperiksa oleh petugas posko terpadu pemantauan COVID-19 DIY di Jalan Nasional Jogja-Purworejo Km. 41, Kapanewon Temon, Kulonprogo, atau tepatnya depan Masjid Nurul Huda, Sabtu (25/4/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
15 Mei 2020 19:27 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Arus kendaraan yang masuk ke DIY mulai meningkat belakangaan ini setelah sebelumnya sempat diperketat.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul menyebutkan kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang terpantau dari Posko Pantau Pemudik Sedayu mengalami peningkatan hingga 20 persen memasuki pertengahan bulan Ramadhan 1441 Hijriah.

"Kalau di awal puasa memang agak sedikit, tapi makin ke sini ada peningkatan arus terutama yang terpantau dari Posko Sedayu, sekitar 10 sampai 20 persen peningkatannya," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Anjar Arintaka saat dihubungi di Bantul, Jumat (15/5/2020).

Menurut dia, pada awal puasa tahun ini, Dishub mendirikan tiga posko pantau di wilayah perbatasan, yaitu Jalan Wates Sedayu yang perbatasan dengan Kulon Progo sisi utara, Posko Srandakan perbatasan Kulon Progo sisi selatan, dan Posko Druwo berbatasan dengan Kota Yogyakarta.

Dari tiga posko pantau yang didirikan di wilayah perbatasan Bantul menyusul imbauan pemerintah pusat agar tidak mudik di tengah pandemi Covid-19 itu, yang lalu lintasnya terpantau mengalami peningkatan di Jalan Wates Sedayu, dua jalur lainnya cenderung landai.

Dia memperkirakan, peningkatan arus lalu lintas kendaraan karena pihaknya meyakini makin mendekati hari raya Lebaran orang-orang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang nekat mudik semakin bertambah, meski hanya sekadar lewat wilayah Bantul.

"Atau mungkin kendaraan lain itu tidak mudik, tapi ada kegiatan yang sudah dianggap aman, jadi lewat jalur kita (Bantul), karena puasa pertengahan sudah ada informasi terkini terkait dengan kebijakan mudik itu ada semacam kelonggaran," katanya.

Dia juga mengatakan, peningkatan arus lalu lintas di jalur perbatasan Sedayu juga dikarenakan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo sudah buka, kemudian transportasi udara sudah ada sinyal-sinyal untuk beroperasional.

"Juga karena arus lalu lintas di jalur selatan itu sejak awal bulan lalu sudah dialihkan ke utara, sehingga arus kendaraan lewat jalur Yogyakarta-Wates, sehingga di jalur wilayah Sedayu terjadi lonjakan arus yang cukup banyak," katanya.

Sumber : Antara