Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Tangkapan layar penyambutan pasien yang sembuh dari Covid-19 oleh warga Taruban Kulon, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Media sosial di Kulonprogo, beberapa hari terakhir ini, diramaikan dengan beredarnya sebuah video pendek berisi antusiasme warga menyambut kepulangan seorang pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Video viral dan telah dibagikan ke berbagai macam platform itu berdurasi sekitar dua menit. Di dalamnya berisi warga yang menyambut kepulangan seorang pasien Covid-19.
Detik-detik awal video itu menunjukkan perdesaan yang asri. Kanan kiri jalan selebar dua meter itu ditumbuhi pepohonan lebat. Tak berselang lama, terdengar suara klakson berulang kali disusul munculnya iring-iringan kendaraan bermotor.
Di belakang iring-iringan itu, sebuah mobil kijang berwarna merah. Mobil yang melaju pelan itu berhenti di depan sebuah rumah. Pas berhenti, langsung terdengar suara rekaman musik hadrah disusul lantunan puji-pujian kepada sang pencipta. Sesaat setelah itu, turun seorang pria mengenakan busana muslim serba hitam, berkopiah sembari menenteng tas besar dari dalam mobil.
Belakangan diketahui, video itu direkam di Dusun Taruban Kulon, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Jumat (15/5/2020) lalu. "Ya ini benar di dusun kami ketika menyambut kepulangan salah satu warga yang dinyatakan sembuh dari Corona," ujar Ngatiman, Kepala Dusun Taruban Kulon, Senin (18/5/2020).
Ngatiman menjelaskan warga yang disambut itu merupakan salah satu pasien dalam pengawasan Covid-19 yang telah menjalani perawatan di RSUD Wates, sejak akhir April 2020. Seusai menjalani perawatan selama dua pekan, PDP itu akhirnya dinyatakan negatif Corona sehingga diperbolehkan pulang pada Jumat kemarin.
"Mendengar kabar warga kami sembuh, senang banget rasanya, jadi kami spontan menyambut kedatangannya dengan iring-iringan motor dan musik hadrah," ujar Ngatiman.
Ngatiman mengatakan kesembuhan warganya yang terjangkit virus Corona saat nyantri di Ponpes Temboro, Magetan, itu yang patut disyukuri. Warga bersyukur yang bersangkutan dapat pulang ke kampung halamannya dan warga Taruban Kulon tidak lagi dikucilkan.
Ngatiman mengatakan sejak kabar warganya dijemput petugas kesehatan untuk menjalankan perawatan di RSUD Wates menyebar, masyarakat luar dusun seakan mengucilkan siapapun yang menetap di Taruban Kulon.
"Berat bagi kami, karena yang terdampak itu satu dusun, mau apa-apa jadi susah, apalagi bagi warga kami yang jadi pedagang, sehingga syukur banget warga kami akhirnya bisa sembuh," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kulonprogo telah mengumumkan kesembuhan tiga PDP yang dirawat di RSUD, Jumat pekan lalu. Ketiga PDP itu masing-masing KP-2, KP-4 dan KP-5. KP-2 merupakan Anak Buah Kapal (ABK) Norwegian, berusia 30 tahun asal Kapanewon Wates. PDP ini dirawat di RSUD Wates sejak 2 April 2020,
Adapun untuk KP-4 merupakan pria, 42, asal Kapanewon Sentolo dari klaster Ijtima Ulama Dunia Gowa. KP-5 adalah seorang santri, 23, asal Kapanewon Sentolo yang masuk kluster Ponpes Temboro Magetan. Sebelum dinyatakan sembuh hari ini, dua PDP itu telah menjalani perawatan di RSUD Wates sejak 29 April 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.