Masjid Agung Sleman Tetap Gelar Salat Idulfitri Berjemaah

Ilustrasi salat Id berjemaah.-Harian Jogja - Yogi Anugrah
19 Mei 2020 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meskipun ada anjuran dari pemerintah agar pelaksanaan Solat Idulfitri digelar di rumah masing-masing, namun Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo tetap menggelar Solat Id berjemaah. Meski begitu, ada persyaratan ketat terkait pelaksanan salat Id di masjid ini.

Takmir Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo Sleman Agaerul mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Solat Idulfitri di Masjid Agung Wahidin Soedirohusodo diputuskan jika sslat Id tetap akan digelar secara berjamaah namun tetap dilaksanakan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Dia menjelaskan, pelaksanaan salat Id di Masjid Agung untuk menfaslitasi masyarakat yang beIum mampu mandiri dalam melaksanakan salat Id. "Ini bukan untuk gagah-gagahan menentang kebijakan pemerintah, tetapi lebih pada menfasilitasi masyarakat yang belum mandiri melaksanakan salat Id," katanya, saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Selasa (19/5/2020).

Takmir masjid, katanya, tidak mentargetkan jumlah jemaah yang ikut Solat Id. Tidak juga ada target infaq yang dikumpulkan. "Kami hanya menyelenggarakan apa adanya dan berapa pun yang Infaq yang terkumpul akan digunakan untuk operasional kegiatan masjid Agung," katanya.

Pelaksanaan salat Id tersebut, lanjut Agaerul, teknisnya tetap mengikuti anjuran pemerintah den aturan protokol kesehatan. Misalnya, jamaah yang masuk masjid harus melalui satu pintu. Jamaah yang masuk langsung diperiksa suhu badannya. "Jamaah wajib memakai masker, membawa perlengkapam solat sendiri, kalau bisa sudah berwudu dari rumah," katanya.

Kalau pun belum berwudu, takmir tetap menyediakan tempat wudu di sekitar masjid. Jamaah pada saat masuk maupun pulang juga tidak dibolehkan berkerumun. Jamaah harus tetap menjaga jarak sebagaimana sudah dikondisikan selama ini. "Jamaah menempati saf yang telah ditentukan [di dalam Masjid dan serambi diberi lakban warna hitam]," katanya.

Waktu pelaksanaan salat ld dimulai pukul 07.00 WIB. Adapun durasi yang dibutuhkan untuk salat Id di masjid ini ditetapkan hanya 15 menit saja. "Jadi cuma 15 menit saja dengan rincian Khutbah Id 10 menit dan solat Id 5 menit. Tidak ada salam salaman di lingkungan masjid," tegasnya.

Setelah selesai salat, kata Agaerul, takmir masjid akan meminta atau mengumumkan agar jemaah segera meninggalkan masjid. "Saat keluar tetap menggunakan masker menjaga jarak dan tidak berkerumun," katanya.

Dia meminta agar jemaah yang sakit agar tidak memaksakan diri untuk mengikuti Solat Id di masjid. Meskipun begitu, takmir tetap menyediakan kursi khusus bagi lansia yang mengikuti salat Id di sana.

"Yang merasa kurang enak badan atau kurang enak badan atau sakit dimohon untuk tidak berjamaah di masjid. Semua kebutuhan jamaah kami siapkan, kursi sudah disiapkan untuk lansia dengan ketentuan lansia yang sehat," katanya.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan jika pelaksanaan salat Id di Masjid hanya untuk masyarakat di sekitar masjid. "Masyarakat yang jauh jauh tidak perlu hadir. Ini untuk menghindari kerumunan mohon yang rumahnya jauh jauh tidak ke Masjid Agung," katanya.

Evie mengatakan, Takmir masjid dapat mengenali jamaah yang berasal dari warga sekitar dan yang bukan. "Kalau lokasi Solat dengan berjarak sudah penuh, maka masjid akan ditutup, tidak boleh ada penambahan jemaah," katanya.