Siap-Siap! Kota Jogja Bakal Lakukan Rapid Test Acak

Ilustrasi - Antara/Ahmad Subaidi
02 Juni 2020 10:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja bekerja sama dengan pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melakukan rapid test secara acak di sejumlah tempat publik. Sebanyak 250 alat rapid diagnostic test (RDT) disiapkan untuk digunakan dalam tes yang rencananya dilakukan pekan ini.

“Kami bekerja sama dengan epidemiolog UGM dalam melakukan tes cepat acak ini. Sasarannya adalah tempat publik,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jogja Heroe Poerwadi di Jogja, Senin (1/6/2020).

Sejumlah tempat publik yang menjadi sasaran pelaksanaan rapid test acak di antaranya adalah pasar tradisional, khususnya untuk pedagang. Jika ditemukan hasil tes positif untuk Covid-19, maka sasaran tes akan diperluas ke pengunjung.

“Modelnya seperti saat pelaksanaan rapid test untuk klaster Indogrosir, yaitu dimulai dari karyawan dulu baru pengunjung,” jelas wakil wali kota Yogyakarta ini.

Selain di pasar tradisional, lanjutnya, kegiatan rapid test secara acak tersebut juga akan dilakukan di tempat keramaian lain, seperti kafe, restoran, dan mal. Kegiatan rapid test acak akan disebar di berbagai wilayah di Kota Yogyakarta, sehingga mencakup seluruh penjuru, baik dari sisi timur, barat, utara, selatan, dan tengah.

“Rapid test acak ini digunakan untuk memperoleh sampel guna melihat apakah sebaran COVID-19 di Yogyakarta masih aktif atau sudah mulai mereda. Karena dalam beberapa hari terakhir, angkanya sangat landai. Tidak ada kasus baru,” katanya, dikutip dari Antara.

Pertambahan kasus positif, tambah Heroe, hanya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah menjalani swab yang kemudian dinyatakan positif.

“Artinya, tidak ada tambahan kasus positif selain dari orang dalam pemantauan [ODP] maupun PDP,” kata Heroe, yang menyebut hingga Senin (1/6/2020) Kota Jogja tercatat ada delapan orang pasien positif COVID-19, 11 PDP, dan 63 ODP.

Selain itu, rapid test acak tersebut juga diharapkan dapat memberikan kepastian bahwa tidak ada sebaran atau kasus yang belum muncul, atau kasus yang selama ini tidak terdeteksi di masyarakat.

“Kami ingin meyakinkan bahwa kasus Covid-19 di Kota Jogja sudah sangat landai, tidak ada kasus baru, tidak ada klaster baru,” terang Heroe.

Sumber : Antara