Advertisement

Supaya Tak Ada Kerumunan, Malioboro Bakal Diterapkan Protokol Baru

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 05 Juni 2020 - 20:57 WIB
Bhekti Suryani
Supaya Tak Ada Kerumunan, Malioboro Bakal Diterapkan Protokol Baru Bangku tempat duduk di sepanjang jalan Malioboro dipasangi pembatas dari tali rafia seperti terlihat pada Selasa (21/04/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sebagai ikon Jogja, Malioboro juga bakal menerapkan protokol baru guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemkot Jogja dan pedagang kali lima (PKL) Malioboro sedang berkoordinasi untuk menentukan konsep protokol baru menyambut new normal seperti yang digaungkan oleh pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Jogja, Herie Poerwadi, mengatakan jika ia dan jawatannya saat ini terus berkoordinasi dengan pedagang kali lima yang ada di Malioboro untuk menentukan protokol baru yang nantinya akan diterapkan di Malioboro.

Advertisement

"Kami (Pemkot Jogja) sudah diskusi dengan teman-teman PKL Malioboro. Pertemuan sudah beberapa kali dilakukan. Diskusi diadakan untuk membahas new normal yang nantinya akan diterapkan di Malioboro," ujar Heroe, Jumat (5/6/2020).

Semalam, lanjut Heroe, ia dan jawatannya juga lagi-lagi diskusi dengan pedagang kali lima di Malioboro untuk menyusun protokol pencegahan penularan Covid-19 yang nantinya akan diterapkan di Malioboro.

"Semalam kami juga diskusi untuk menyusun protokol baru di Malioboro. Jadi, nanti di Malioboro akan diterapkan new protocol," kata Heroe.

Ia dan jawatannya sebenarnya tidak melakukan pelarangan terhadap pedagang kali lima untuk berjuang di Malioboro. Namun, nihilnya pembeli yang membuat PKL menutup lapak mereka. "Sebenarnya kita tidak menutup dan melarang, tapi kan memang pembelinya yang tidak ada," imbuhnya.

Heroe dan jawatannya meminta agar pedagang kali lima yang berjualan di Malioboro untuk mengurangi kapasitas jualan mereka di tengah masa tanggap darurat yang masih berlangsung di DIY. Upaya tersebut juga sembari menunggu pembeli yang datang ke Malioboro.

"Pemkot meminta kapasitas jual PKL dikurangi sembari menunggu pembeli. Yang tadinya full dua karung. Sekarang ya satu karung dulu lah. Kapasitas jualannya yang penting jangan full dulu," terang Heroe.

Lebih lanjut, ia dan jawatannya juga sedang menyiapkan protokol agar tidak terjadi kerumunan di Malioboro. Lalu lalang orang di Malioboro juga akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kontak fisik.

"Diminimalisir mungkin tidak ada orang jalan hingga berpapasan. Jadi, ada jalan khusus pengunjung yang ke arah utara dan jalan khusus ke selatan agar di Malioboro tidak terjadi kerumunan," terangnya.

Adapun, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan aturan untuk menjaga jarak antara satu pengunjung dan lainnya juga akan disiapkan Heroe dalam penyusunan protokol baru di Malioboro guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Harus wajib masker, jaga jarak, tempat cuci tangan juga nantinya akan disiapkan di Malioboro. Upaya itu mutlak untuk dilakukan. Saya kira pedagang juga sudah menata diri," tutup Heroe.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement