Tidak Bermasker, Pengunjung Malioboro Diminta Pulang

Foto ilustrasi. - Antarafoto
08 Juni 2020 20:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Lonjakan pengunjung di kawasan Malioboro yang didominasi pesepeda membuat Pemkot Jogja memperketat penertiban protokol kesehatan di kawasan tersebut. Bila sebelumnya penertiban hanya bersifat patroli, mulai Senin (8/6/2020) petugas akan standby 24 jam di kawasan tersebut.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi tak menampik adanya peningkatan pengunjung di Kawasan Malioboro. Heroe yang melintasi kawasan tersebut di akhir pekan, melihat sendiri bagaimana kerumunan pengunjung di kawasan Malioboro khususnya Titik Nol. "Masih banyak pengunjung baik yang berkendara maupun tidak berkendara, tidak memakai pakai masker," jelasnya.

Heroe yang berkomentar dengan Sekda DIY sepakat membuat langkah bersama yang menginstruksikan Satpol PP DIY dan Satpol PP Kota Jogja, Jogoboro. bersama Dinas Pariwisata akan menindak tegas siapapun yang tidak memakai masker, berkerumun dan melanggar aturan Covid-19. Guna imbangi jumlah pengunjung, Pemkot Jogja tambah personil penjagaan gabungan dari Jogoboro, Satpol PP Kecamatan, Satpol PP Kota Jogja, dan Satpol PP DIY. "Pengunjung tanpa masker silahkan putar balik [pulang]," tegas Heroe.

Menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 wajib bagi semua masyarakat, tak terkecuali pedagang dan pengunjung. Penegasan bisa jadi akan dilakukan para petugas bila pelonjakan pengunjung ini terus terjadi.

"Bukan tidak mungkin pedagang yang melanggar langsung kami minta tutup, pelayan yang melanggar kami minta tidak bekerja lagi, pengunjung melanggar kami suruh pulang saat itu juga, kalau masih ngeyel diberi sanksi agar heran push up dan sebagainya," tegasnya.

Meski demikian Heroe menjelaskan pesan utama yang disampaikan bukanlah sanksinya melainkan bagaimana kita semua harus disiplin menjalankan protokol pencegahan Covid-19. "Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tidak boleh kendor, kita masuk masa transisi, belum masuk New Normal, jangan sampai kita gagal memasuki New Normal karena menanggap Covid-19 sudah berlalu," tukasnya. Menurut jika kita gagal melewati masa transisi ini bisa jadi Jogja akan mundur dalam mengahadapi Covid-19 dan mengulang dari awal.