Ini Keinginan Besar Yossy, Bakul Gorengan Cah Ayu di Jl. Kaliurang yang Jadi Buah Bibir

Riandhika Yossy Kartikasari - Instagram @yossykartikaas
10 Juni 2020 21:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Bakul gorengan di Jl. Kaliurang Km 6,5, Depok, Sleman menuai perhatian warganet beberapa waktu belakangan ini. Musababnya, video yang merekamnya saat menata gorengan yang diunggah akun Instagram @jogjafood viral.

Beberapa warganet, dalam kolom komentar, menanggapi parasnya yang menarik dan cantik. Video tersebut di-post pada saat hari-hari terakhir Ramadan pada Mei lalu dan menjadi buah bibir sebagian netizen. Bakul gorengan tersebut bernama Riandhika Yossy Kartikasari. Yossy, sapaan akrabnya, menuturkan dirinya tak menyangka sejak video tersebut diunggah di media sosial, dirinya mendapat sorotan yang cukup besar dari publik. Kepada harianjogja.com, perempuan 26 tahun ini mengaku sebenarnya tak ingin viral.

“Kebetulan yang mengambil video itu teman saya yang punya akun kuliner. Awalnya saya enggak mau di-post kalau pakai akun kuliner dia, tapi dia bilang, ‘Enggak apa-apa, biar viral.’ Terapi saya sebenarnya enggak mau viral. Akhirnya ya sudah di-post saja, dan ternyata seramai ini responsnya,” tuturnya saat dihubungi melalui ponsel pada Rabu (10/6/2020).

Yossy berjualan lapak gorengan, yang diberi nama Gorengan Cah Ayu, milik orang tuanya. Dia sebenarnya hanya membantu. Orang tuanya sudah mulai berjualan sejak 2011 dan buka hanya saat Ramadan menjelang waktu berbuka puasa.

Kini setelah mendapat sorotan publik, dia justru khawatir karena respons publik tak selamanya positif. “Deg-degan karena takut. Ada komentar positif dan negatif,” tambahnya.

Meski begitu, ia mencoba bersyukur lantaran berkat viralnya video tersebut dagangan orangtuanya laris manis. Menu yang disediakan beragam, mulai dari bakwan, pisang goreng, tahu isi, tape goreng, dan mendoan. Harganya pun terjangkau yaitu Rp2.000 bisa mendapat tiga biji.

Di lapak itu, ia juga turut menjual menu yang ia olah sendiri yaitu risoles mayones. “Mulai Ramadan kemarin saya coba bikin risol mayo juga. Jadi kalau pagi saya buat risol, kalau sore bantu bapak-ibu jual gorengan,” katanya. Menu risoles itu ia jual sebagian di warung gorengan, sebagian lagi dipasarkan secara daring.

Alumnus Prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma ini berharap bisa membuka lapak gorengan tak hanya saat Ramadan saja. Namun, hal itu belum bisa diwujudkan mengingat lokasinya berjualan harus berbagi dengan warung SGPC.

“Jauh sebelum viral, sebelum bulan puasa kemarin bahkan, sudah kepengin untuk pakai tempat itu jualan terus [tidak terbatas bulan Ramadan]. Tapi masih diusahakan karena SGPC kayaknya buka sampai sore,” terangnya.

Semenjak tidak membuka lapak gorengan, Yossy kini tetap aktif memasarkan risol mayonesnya melalui media sosial. Ia bersyukur masakannya banyak digemari pelanggan.