Konsultasi PPDB ke Sekolah Harus Patuh Protokol Kesehatan

Suasana posko PPDB di SDN Demak Ijo 1, Gamping, Sleman yang diadakan di luar ruangan kelas, Jumat (12/6/2020).Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
13 Juni 2020 09:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pada hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring untuk jenjang sekolah dasar (SD) jalur zonasi wilayah di Kabupaten Sleman, masih diwarnai orang tua yang datang ke sekolah untuk menanyakan tahapan PPDB atau sekadar memastikan data pendaftaran sudah terekam.

Seperti tampak di SD Negeri Demak Ijo 1, Gamping, Sleman. Sejumlah orang tua tampak datang dan pergi untuk menanyakan tahapan PPDB di posko PPDB yang tersedia di SD tersebut, Jumat (12/6/2020). Tak hanya konsultasi, sebagian dari mereka juga ada yang mengumpulkan cetakan berkas pendaftaran meskipun pada petunjuk teknis PPDB tidak diatur demikian.

Kepala SDN Demak Ijo 1, Tangsi Sasmito menuturkan masih ada sejumlah orang tua dan wali calon peserta didik yang belum paham tahapan PPDB sehingga datang menanyakannya ke sekolah. Sementara sebagian yang lain ia sebut belum melek teknologi dan ada pula calon peserta didik yang belum memiliki nomor induk siswa nasional (NISN) sebagai syarat mendaftar.

"Kami juga fasilitasi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya, tetapi anaknya tidak menempuh taman kanak-kanak [TK] atau sekolah asalnya belum punya nomor induk. Kami bantu bikin username di sini," kata Tangsi.

Adapun terkait berkas cetakan pendaftaran yang dikumpulkan diakui Tangsi tidak diatur dalam juknis. Namun, sekolah tetap menerima inisiatif orang tua tersebut supaya nantinya memudahkan verifikasi berkas pada tanggal 15-16 Juni.

Ia menegaskan orang tua/wali yang datang harus patuh protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Untuk itu, posko PPDB di SDN Demak Ijo 1 ia selenggarakan di halaman sekolah, bukan di dalam ruangan supaya ada ruang untuk jaga jarak.

"Jadi tidak di ruangan kelas untuk mencegah ruangan penuh orang. Kalau di luar kelas kan orang tua yang sudah selesai keperluannya bisa langsung pulang," tambahnya.

Pencegahan penularan Covid-19 saat PPDB juga dilakukan di SDN Percobaan 2, Depok, Sleman. Setiap orang tua yang masuk ke lingkungan sekolah harus dicek suhu badannya dan mencuci tangan dengan sabun.

Kepala SDN Percobaan 2, Sri Hartini menuturkan pihaknya sudah membuat kepanitiaan untuk posko PPDB yang juga harus menjalankan protokol kesehatan demi pencegahan Covid-19. Hal itu seperti pembagian ruangan kelas untuk masing-masing keperluan dalam PPDB.

"Misal ruang 1 untuk melayani pertanyaan terkait jalur afirmasi, anak berkebutuhan khusus, dan jalur perpindahan tugas orang tua. Nanti ada 3 petugas yang melayani. Lalu ruang 2 untuk zonasi," kata Sri.

Ruang 3, lanjutnya, diperuntukkan bagi siswa luar Sleman, siswa yang belum punya NISN, dan siswa yang belum punya username dan password. Kemudian ruang 4 melayani perubahan data, ruang 5 untuk informasi umum PPDB, serta aula untuk pencabutan berkas dan daftar ulang.

"Saya sudah kondisikan panitia PPDB supaya calon pendaftar dapat terlayani dengan baik dan sesuai protokol kesehatan. Dari depan harus cuci tangan dulu, cek suhu, baru masuk. Supaya sehat semuanya," terangnya.