Pantai Drini Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pariwasata Gunungkidul terus melakukan persiapan untuk pembukaan destinasi wisata di era new normal. Selain melakukan simulasi dan ujicoba untuk persiapan, rencananya jam buka dan pengunjung di destinasi wisata akan dibatasi.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, persiapan pembukaan pariwisata terus dilakukan. Ada empat tahapan yang harus dilalui sebelum pembukaan mulai dari penyusunan tata laksana pariwisata, simulasi, sosialiasi dan ujicoba. “Setelah ini dilalui, baru bisa dibuka. Untuk kesiapan juga sangat bergantung oleh pengelola di setiap destinasi,” kata Asti kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan simulasi wisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Selasa (16/6/2020).
Untuk simulasi, masih ada dua tempat yang akan dilaksanakan, yakni di Pantai Baron dan Kukup yang dilaksanakan Rabu (17/6/2020) ini. Rencananya setelah simulasi berakhir, pemkab akan melaksanakan sosialisasi secara online yang diikuti oleh seluruh pelaku wisata di Bumi Handayani. “Tujuan sosialisasi memberikan pemahaman dan gambaran tentang tata laksana pariwisata di era new normal,” katanya.
Menurut dia, sesuai dengan tahapan, setelah sosialisasi akan dilanjutkan ujicoba. Di tahap awal, pengujian ini dilaksanakan di empat destinasi yang dipilih untuk simulasi. “Minggu depan sudah bisa ujicoba. Setelah satu minggu dan jalannya baik yang ditandai tanpa adanya temuan kasus, maka bisa langsung dibuka,” ungkapnya.
Meski demikian, didalam uji coba atau pembukaan destinasi harus mengacu pada protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 dengan menyediakan alat pengecek suhu tubuh, handsanitizer hingga adanya fasilitas cuci tangan. Selama pandemi, dinas pariwisata juga membuat kebijakan untuk membatasi jumlah pengujung dan jam buka wisata. “Kalau waktu normal tidak ada pembatasan, tapi di tengah pandemic hanya boleh menerima tamu 50% dari kunjungan normal, serta waktu buka dibatasi dari pagi hingga sore,” katanya.
Bagian Pemasaran, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan destinasi di masa new normal. Untuk mendukung keamanan, pengelola sudah menyiapkan alat pengecek suhu tubuh hingga fasilitas alat cuci tangan bagi pengunjung. “Kami juga nantinya juga menerapkan jaga jarak antar pengunjung,” katanya.
Disinggung mengenai pembatasan dan jam buka destinasi, Heru tidak mempermasalahkan dan siap menaati peraturan tersebut. Sebagai contoh, untuk kunjungan bisa menampung 500 pengunjung sekaligus. Meski demikian, kuota ini tidak pernah terpenuhi karena di waktu normal setiap harinya hanya 50 orang. “Jadi tidak ada masalah. Untuk sementara, kami juga tidak membuka fasilitas camping atau kegiatan menginap home stay,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
Pemkab Pekalongan melindungi 40.653 hektare lahan produktif dari alih fungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
Dishub Kulonprogo mencatat nihil pencurian komponen LPJU sepanjang 2026. Mayoritas kerusakan terjadi akibat usia komponen, korsleting, dan faktor cuaca.
Meutya Hafid meminta ANTARA menjadi penjaga fakta dan benteng informasi terpercaya di tengah maraknya misinformasi era digital.
Apple resmi mengumumkan macOS 27 Golden Gate di WWDC 2026. Simak daftar Mac yang kompatibel, fitur Siri AI, dan akhir dukungan untuk Mac Intel.
Rekonstruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diwarnai teriakan orang tua korban. Mereka menuntut hukuman maksimal bagi para tersangka.