Malioboro Dijaga Ketat, Titik Nol Disterilkan

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 Juni 2020 18:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ragam protokol kesehatan pencegahan Covid-19 telah ditetapkan di Malioboro. Sejak lebih dari dua pekan berbagai protokol terus dikembangkan diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman di salah satu destinasi terfavorit di Jogja itu.

Pantauan reporter Harianjogja.com pada malam minggu di kawasan Malioboro terbilang kondusif. Meski situasi jalan ramai, kondisi pedestrian Malioboro tidak berdesak-desakan. Kemacetan memang mulai terjadi dari sekitar jembatan Kewek arah Jln. Abu Bakar Ali hingga Jln. Malioboro. Namun kebanyakan para pengendara di antaranya hanya melintas, melihat situasi Malioboro dari atas kendaraan. Para pesepeda memang hilir mudik di sekitar kawasan, namun dengan penjagaan ketat para pesepeda tidak diperbolehkan berhenti sehingga hanya melintas.

Kepala Seksi Penegakan dan Pendidikan Satpol PP DIY, Sumantri menjelaskan menindaklanjuti perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di DIY, pihaknya bersama tim gabungan Satpol PP DIY, TNI dan Polri melakukan penjagaan keamanan khususnya di akhir pekan di sejumlah titik. "Ada 10 titip yang menjadi fokus penjagaan, meliputi Tugu Jogja hingga Alun-alun Utara," jelasnya pada Sabtu (20/6/2020).

Sumantri menjelaskan dalam operasi pengamanan yang dilakukan pada Sabtu malam tersebut setidaknya diterjunkan 200 personil untuk menjaga 10 titik yang berpotensi ramai. Dijelaskan Sumantri, penjagaan dilakukan dalam tiga sif. Adapun jadwal sif disesuaikan dengan potensi jam-jam rawan di sejumlah titik tadi.

Salah satu penjagaan ekstra yang dilakukan adalah strelisasi kawasan Titik Nol yang dilakukan pada Sabtu malam. Sumantri menerangkan pengunjung baik pejalan kaki maupun pesepeda tidak diperkenankan masuk area Titik Nol. Dari sisi utara, petugas berjaga di pintu gerbang Benteng Vredeburg untuk menghalau pengunjung masuk. Sementara dari sisi selatan, petugas berjaga di ujung Malioboro, mencegah pengunjung dari arah Selatan masuk kawasan Titik Nol.

Sumantri yang merupakan tergabung dalam anggota bidang Gugus Tugas Penanganan dan Penegakan Hukum dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengaku sterilisasi kawasan Titik Nol terpaksa dilakukan pasalnya bila dikhawatirkan akan menciptakan kerumunan yang masif. "Biasanya kalau di sini [Titik Nol] nanti banyak yang berkunjung atau berhenti, biasanya nanti akan menimpa warga atau pengunjungnya yang lain terus berkerumun di situ [Titik Nol], itu lah yang kita hindari," jelasnya. Perlakuan tersebut terpaksa diterapkan guna menghindari kerumunan massa, seperti yang terjadi di kawasan Titik Nol. "Untuk sementara Titik Nol kita bebeaskan dulu dari pengunjung," imbuhnya.

Akan tetapi, meski Titik Nol pada Sabtu malam steril dari pengunjung, Sumantri mengatakan pengunjung masih bisa masuk kawasan pedestrian Malioboro dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. "Minimal jaga jarak dan harus pakai masker," ujarnya.

Selama pantauan dari pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB sudah banyak pengunjung yang masuk kawasan pedestrian Malioboro nampak mengantre di pintu masuk Malioboro untuk melakukan memindai Kode QR didampingi petugas. Sementara itu, pengendara yang melintas tanpa masker masih ditertibkan. Bahkan beberapa penumpang mobil yang membuka jendela kendaraannya tanpa masker diminta menutup kaca jendelanya saja.