Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim kemarau sejumlah desa khususnya yang berada di wilayah selatan mulai kekurangan air bersih. Beberapa wilayah yang mulai mengajukan bantuan antara lain Kapanewon Girisubo dan Tepus.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya, mengatakan di wilayahnya sudah ada empat kalurahan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Meski demikian, ia belum mau menyebutkan desa mana saja yang meminta bantuan. “Di Girisubo ada delapan kalurahan, sedangkan yang sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih secara resmi ada empat kalurahan, mungkin empat kalurahan lainnya mengajukan pada pekan ini,” kata Arif kepada wartawan, Senin (22/6/2020).
Dia menjelaskan Kapanewon Girisubo merupakan wilayah yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau. Untuk mengatasi permasalahan itu, kapanewon sudah menganggarkan dana dropping sekitar Rp90 juta di tahun ini. “Kami gunakan anggaran yang dimiliki terlebih dahulu. Tetapi kalau sudah tidak mampu mengatasi, maka kami meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul,” katanya.
Menurut Arif, meski sudah ada yang mengajukan permohonan bantuan secara resmi, untuk penyaluran baru dilaksanakan awal Juli mendatang. “Agar semua laporan dari kalurahan masuk terlebih dahulu baru dilakukan dropping. Nanti kalau semua sudah masuk, kami segera melapor ke Pemkab,” katanya.
Permintaan bantuan juga mulai masuk di Kapanewon Tepus. Panewu Tepus, Alsito, mengatakan sudah ada lima kalurahan yang resmi mengajukan bantuan air bersih. Tindak lanjut dari laporan ini, kapanewon di akhir Juni ini melakukan dropping di Kalurahan Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo. “Untuk Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu rencananya dibantu melalui BPBD Gunungkidul,” kata Alsito.
Menurut dia, krisis air merupakan bencana yang terus terjadi di setiap tahun, khususnya saat kemarau. “Kami berusaha membantu dengan anggaran yang dimiliki, namun kami juga meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul,” katanya.
Panewu Anom Rongkop, Agus Pramuji, mengatakan untuk laporan resmi dari kalurahan Kapanewon Rongkop belum menerimanya. Meski demikian, dari informasi tidak tertulis sudah ada kalurahan yang mulai kekurangan air bersih. “Kami tunggu permohonan bantuan secara resmi,” katanya.
Di Rongkop setiap tahun ada 48 dusun yang krisis air sehingga memerlukan bantuan. Meski demikian, jumlah ini bisa bertambah menjadi 52 dusun apabila terjadi kemarau yang panjang. “Tahun lalu ada 52 dusun yang mengalami kekeringan, tetapi kalau yang rutin menerima bantuan ada 48 dusun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 13 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja 13 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.