Dinas Pendidikan Jogja Susun Platform Baru

Ilustrasi. - Espos/M. Ferri Setiawan
24 Juni 2020 06:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA -  Kondisi pandemi yang tidak diprediksi membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan via daring. Sekitar tiga bulan berjalan, platform pembelajaran jadi sorotan evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja selama pembelajaran daring.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja, Dedi Budiono menyampaikan dari hasil survei sebanyak 63% orang tua masih menginginkan kegiatan belajar mengajar di rumah. Segi keamanan menjadi salah satu pertimbangan orang tua agar proses belajar mengajar siswa tetap dilakukan daring. Namun beberapa orang tua murid yang kesulitan melakoni pembelajaran daring berharap, kegiatan belajar bisa segera dilaksanakan di sekolah.

"Orang tua dan siswa banyak yang mengeluhkan [selama belajar di rumah] banyak menerima penugasan, sehingga anak menjadi bosan," ujarnya.

Platform tidak terstandar, menjadi salah satu problematika yang ditemui dalam penyelenggaraan pembelajaran daring. Dedi yang dihubungi pada Selasa (23/6/2020) mengatakan pembelajaran daring yang sebelumnya diselenggarakan memiliki fokus pada pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi, ke depannya pembenaran daring tidak hanya mencakup penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, melainkan juga berbicara tentang pencapaian kurikulum.

Upaya untuk menuju capaian kurikulum perlu diawali dengan pembuatan platform berstandar. Dedi menjelaskan, saat ini Disdik Kota Jogja bersama Diskominfo dan Persandian Kota Jogja sedang dalam proses perencanaan pembuatan platform khusus belajar daring.

Adapun salah satu karakteristik platform yang ideal menurut Dedi adalah yang mampu memfasilitasi guru untuk menyampaikan pesan dan materi dengan baik serta memenuhi kebutuhan administrasi guru. Selain itu platform yang baru diharapkan dapat menyambungkan antara guru dan orang tua secara langsung sehingga memudahkan orang tua untuk memantau anaknya. Selama ini pembelajaran daring menggunakan beragam platform baik yang berbayar maupun gratis yang masih belum seragam.

Selain perancangan platform baru, Disdik Kota Jogja juga akan menyiapkan materi yang diadaptasi dengan iklim pembelajaran daring. Pasalnya menurut Dedi, kurikulum tidak dapat sepenuhnya dilakukan dengan model jarak jauh. Sehingga konten pembelajaran yang baru akan disiapkan. "Guru [pengajar] harus terampil membuat materi pembelajaran yang bervariasi agar anak tidak bosan," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Tri Hastono menyebutkan dari segi kapasitas Internet, kapablitas Kota Jogja untuk menerapkan metode pembelajaran daring dan klasik [tatap muka ke sekolah]. Namun menurut Tri yang menjadi persoalan saat ini adalah akses murid dalam memanfaatkan perangkat daring. "Persentase murid yang bisa memanfaatkan perangkat daring sudah memadai atau belum," ujarnya.

Ditegaskan Tri, secara prinsip cakupan Internet hingga tingkat konsumsi akses dan telekomunikasi Kota Jogja sudah memadai. Menurut Tri seharusnya kapasitas itu sudah mampu menutup kebutuhan bidang pendidikan.

Tri menerangkan dalam rancangan platform baru yang tengah disusun, memiliki fitur untuk orang tua atau wali beriokunikasi dengan guru. Selain itu itu, dalam platform baru dilengkapi akses bagi orang tua atau wali dapat melihat rapor dan sebagianya. Sehingga diharapkan, platform pendidikan daring yang baru dapat mencakup semua aspek menjadi satu kesatuan utuh.