Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Sebuah bangunan tinggi yang ada di Jalan Kaliurang dekat kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) dipertanyakan warganet. /Ist- tangkapan layar twitter
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah bangunan tinggi yang ada di Jalan Kaliurang dekat kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) dipertanyakan. Bangunan itu sudah mangkrak bertahun-tahun.
Bangunan itu berupa gedung tinggi yang lebih dari lima lantai. Cat bangunan berwarna cream. Desain bangunan mirip pusat perbelanjaan atau kantor. Tidak ada papan nama pada bangunan tersebut. Namun, bangunan tersebut diketahui kosong tidak digunakan.
Rupanya, bangunan yang ada di sisi timur Jalan Kaliurang itu menarik perhatian warganet. Warganet dengan nama akun twitter @an1105jay mengunggah foto bangunan tersebut dan mempertanyakannya.
"min iki bangunan bekas opo to kok kepo aku @JogjaUpdate," tulisnya.
lik iki bangunan bekas opo to kok kepo aku @an1105jay pic.twitter.com/HxUI7L3Lrl
— jogjaupdate.com (@JogjaUpdate) June 29, 2020
Unggahan itu pun diunggah ulang oleh akun @JogjaUpdate. Rupanya, banyak warganey yang mengaku mengetahui informasi tentang bangunan tersebut. Sejumlah akun memberikan jawaban berdasar pengetahuan mereka. Setidaknya ada 69 komentar tentang unggahan tersebut.
Salah satunya akun @haidrdln12 yang menyebut bangunan tersebut sebagai Mall UGM.
Baca juga: Setelah Pantai, Zaskia Adya Mecca Temukan Hutan Belantara di Kaliurang, Masih Alami Banget!
"Setauku ini mall UGM. Karena ijinnya gak keluar jadinya jadi difungsikan. Kalau kata dosenku ijin usahanya jelas untuk mall, karena itu ijinnya sedikit ribet, semisal itu ijinnya adalah gedung untuk karya mahasiswa (seperti plaza di univ sebelahnya) mungkin ijinnya lebih mudah," tulisnya.
Akun @coach_dhimas menambahkan sebuah komentar dengan mengungkap ada masalah pada pembangunan gedung tersebut. Dalam komentarnya, ia menyebut akun milik mantan Wali Kota Jogja, Herry Zudianto.
"Waktu membangun mereka nekat melanggar garis sempadan bangunan, dikiranya bisa lolos ijin IMB, ternyata tidak bisa, karena Pemerintah Kota Jogja saat itu dipimpin oleh Pak @herry_zudianto."
Rupanya, unggahan ini diketahui oleh Herry Zudianto. Wali Kota Jogja yang menjabat selama 2 periode yaitu 2001-2006 dan 2006-2011 itu pun kemudian memberikan klarifikasi.
Menurutnya, bangunan itu berada di wilayah Kabupaten Sleman. Bangunan itu ada masalah sempadan yang diikuti masalah sengketa hukum. Akibatnya, bangunan tersebut mangkrak sampai sekarang.

"itu sepertinya bangunan ada di komplek kampus UGM (jln kaliurang). Masuk wilayah Kab. SLeman. Ada masalah sempadan dan diikuti ada masalah sengketa hukum, shg smp sekarang mangkrak. Herry Zudianto." tulisnya.
Nah, sudah tidak penasaran lagi kan dengan bangunan ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Dishub Kota Jogja memetakan 10 ruas jalan rawan kecelakaan saat musim hujan dan menyiapkan pemantauan serta penanganan gangguan lalu lintas.
Museum Sandi meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 kategori museum berkat komitmennya melestarikan sejarah persandian nasional.
SD Negeri Kasihan Bantul meraih juara pertama nasional SSK Terbaik 2026 berkat integrasi pendidikan kependudukan dan keluarga selama tiga tahun.
Google diduga mengembangkan Tamba, aplikasi sosial eksperimental yang terhubung dengan YouTube dan memiliki fitur pesan pribadi serta obrolan grup.
Komisi C DPRD Kota Jogja menyoroti minimnya sarana prasarana dan personel BPBD saat membahas kebutuhan anggaran penanggulangan bencana 2027.