RS Panti Nugroho Pakem Punya Nakhoda Baru

Serah terima jabatan Direktur Rumah Sakit Panti Nugroho Jogja dari direktur lama dokter Tandean Arif Wibowo (kiri) kepada direktur yang baru Henry Widyanto Handoko Saputro di Aula RS Panti Nugroho, Rabu (1/7/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
01 Juli 2020 21:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah Sakit Panti Nugroho Pakem saat ini memiliki direktur baru. Pengambilan sumpah jabatan dan serah terima pergantian dari direktur lama Tandean Arif Wibowo ke direktur baru Henry Widyanto Handoko Saputro digelar pada Rabu (1/7/2020) di Aula RS Panti Nugroho.

Henry mengatakan akan melanjutkan pelayanan sesuai visi, misi, pengembangan dan inovasi yang sudah digariskan oleh pihak yayasan. Ia juga akan terus melakukan edukasi, promosi kesehatan tidak hanya kuratif tetapi juga menyiapkan inovasi-inovasi pelayanan kesehatan.

Adapun upaya peningkatan kelas dari tipe D ke tipe C dan penambahan jumlah ruang tetap harus berkoordinasi dengan pihak yayasan. Meskipun begitu, Henry belum memikirkan rencana kenaikan kelas tersebut. "Kami ingin pelayanan rumah sakit bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, ia ingin menambah pelayanan rawat jalan dan dokter spesialis. Dengan begitu masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mencari dokter spesialis. "Kami memperkuat spesialis dasar, penyakit dalam. Beberapa spesialis sudah jadi konsultan. Selain menambah dokter spesialis penyakit dalam, kami juga akan menyiapkan spesialis mata, kulit, THT dan lainnya akan dilengkapi," katanya.

Disinggung rencana pembangunan dan penambahan gedung, Henry mengaku masih akan membahas masalah tersebut dengan pengurus yayasan. Henry ingin meningkatkan sumberdaya yang ada saat ini untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. "Kami masih menunggu arahan yayasan, sementara belum rencana untuk kenaikan kelas belum. Kami ingin berkonsentrasi melakukan efesiensi dan efektivitas apa sumberdaya yang kami mampu," katanya.

Hanya saja, ia berkomitmen untuk membenahi sarana dan prasarana yang ada akan ditingkatkan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Selama masa pandemi Covid-19, rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit antara untuk ikut merawat pasien PDP. "Dengan begitu, masyarakat yang dilayani bisa aman dan nyaman. Kami akan inventarisasi dulu mana-mana yang akan dibenahi. Jadi kami belum berencana menambah ruangan," katanya.

Selain melakukan pembenahan ke dalam, Henry juga akan memperluas kerjasama dan jaringan dengan semua pihak. Terutama untuk mendukung gerakan Germas. "Kami akan mendukung gerakan Germas. Kami berharap pelayanan rumah sakit semakin dekat dengan masyarakat," harap Henry.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo berharap Direktur RS Panti Nugroho yang baru tetap bisa memimpin rumah sakit tersebut untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau masyarakat. "Selama ini RS Panti Nugroho sudah berperan aktif dalam upaya penanganan kasus covid-19, mudah-mudahan dapat terus ditingkatkan," kata Joko.