Gebrak Pandemi, SMPIT Abu Bakar Ciptakan Teknologi Pendidikan Berdikari

Kegiatan daring di SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta, beberapa waktu lalu.-Harian Jogja - Ist\\n
11 Juli 2020 08:02 WIB Galih Eko Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dilanda keterbatasan usia dan pemahaman diri, para pengagas pendidikan mulai putar otak untuk mempertahankan pendidikan Indonesia. SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta, salah satu sekolah yang berhasil mendobrak kemerosotan pendidikan dengan menciptakan berbagai aplikasi dan kegiatan di mitra teknologi.

Bermula dari penggagas IT di sekolah tersebut, yang berhasil mengembangkan aplikasi untuk olah pembelajaran dengan nama Learning Management System (LMS) berbasis Moodle. LMS dibuat pada 28 Mei 2019 oleh seorang guru TIK. Aplikasi tersebut membantu para guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun di rumah. LMS dibuat sebelum masa pandemi, meski demikian LMS ternyata sangat kompeten membantu para guru dan siswa dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Setelah sukses mengembangkan LMS yang sangat potensial dalam pelaksanaan PJJ, SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta tidak kehabisan akal untuk menciptakan hal baru. Rapor daring merupakan cara jitu untuk membantu wali murid dan guru dalam pelaksanaan pembagian rapor,” ujar Kepala SMPIT Abu Bakar Fullday School, Aliyudin, dalam rilis kepada Harian Jogja, Jumat (10/7).

Kegiatan pengambilan rapor daring tersebut terlaksana pada 26 Juni 2020 dengan tatap muka virtual menggunakan aplikasi Google Meet. Wali murid dan siswa hanya perlu mengirimkan NIS diikuti tanggal lahir ke nomor WhatsApp sekolah untuk mendapatkan link rapor daring.

Tidak ingin kalah dengan gurunya, siswa SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta mengadakan kegiatan Classmeet Online 2020 pada 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dicetus oleh siswa pengurus OSIS, dilaksanakan secara live streaming di channel YouTube Osis.Smpitabyfds. Mereka menyelenggarakan kegiatan kuis, gim daring, lokakarya daring dan berbagi daring dengan narasumber dan moderator dari siswa OSIS dan siswa berprestasi.

“Banyak kegiatan sekolah yang dapat dilaksanakan secara daring. Meskipun dengan segala keterbatasan, kegiatan pembelajaran dan aktivitas kreatif siswa tidak boleh terhenti. Mesti beradaptasi dengan kebiasaan baru ini dan memanfaatkan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya,” papar Aliyudin.