40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Kabid Humas Polda DIY Kombes pol Yuliyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di lobi Mapolda DIY, Senin (24/2/2020).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA- Ada hal unik di grup facebook Jogja Gowes. Sebuah unggahan menarik tiba-tiba muncul di linimasa grup tersebut.
Grup Jogja Gowes adalah sebuah grup terbuka di facebook yang sudah memiliki 12.000 anggota. Dalam keterangannya, anggota diminta hanya menulis seputar gowes, yang tidak berhubungan akan dihapus postingannya.
Grup ini merupakan wahana berbagi buat penggemar Gowes di Jogja. Mereka mengajak warga Jogja dan yang cinta Jogja untuk mewujudkan Jogja sebagai Kota Sepeda.
Baca juga: Eksotisme Gunung Bagus Gunungkidul, Tiap Bulan Bisa Berubah Pemandangan
Postingan di grup ini mencapai 200 per hari. Postingan yang muncul berasal dari anggota grup. Sesuai aturannya, memang postingan yang ada hanya berisi aktivitas bersepeda anggotanya. Kebanyakan adalah foto-foto saat anggotanya bersepeda di kawasan DIY dan sekitarnya.
Namun, ada yang menarik di antara linimasa grup tersebut. Pada Minggu (12/7/2020), muncul sebuah postingan dari Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Yulianto. Ia mengunggah sebuah video tentang pesepeda yang tertib.
Dalam video berdurasi 35 detik itu tampak rombongan bersepeda melintas di jalan raya Godean kawasan Sidoluhur. Pesepeda melintas hanya satu baris sehingga tidak mengganggu pengendara kendaraan lain yang juga menggunakan jalan tersebut.
Baca juga: Gowes Marak, Seperti Ini Antrean Pembeli di Depan Toko Sepeda di Jogja
Video diambil dari dalam sebuah mobil yang melintas sejajar dengan rombongan sepeda tersebut. Terdengar penjelasan perekam video tersebut.
"Kalau nyepedanya satu-satu gini kan keren. Ooo.. ini ada yang dua ini, dantone ini, komandan pleton ini, ngarepe yo apik siji-siji [depannya ya bagus, satu-satu]," katanya.

Saat mengunggah video itu, ia memberikan narasi yang menyebutkan bahwa seperti itulah model bersepeda yang benar dan asyik. " Naaahhhh... model gini kan asyik, nggak menuhin jalan. Semoga sehat selalu dan selamat sampai tujuan para goweser," tulisnya.
Ia juga meminta warganet untuk tidak meniru proses pengambilan video karena bisa berbahaya. "Proses pengambilan video jangan ditiru, hanya dilakukan dengan pendamping yg mumpuni," katanya.
Rupanya, polisi yang dikenal aktif di media sosial facebook itu sengaja masuk ke grup Jogja Gowes untuk mengunggah video tersebut. Unggahan itu pun langsung mendapatkan respon dari anggota grup Jogja Gowes.
Kebanyakan komentar yang muncul mendukung seruan dari Kombes Yulianto.
"jooss, lanjutakn," tulis akun Ribot Rusdiyanto.
"Aku nek gowes yow ra jejer 2 pow 3 ndan. siji tok," ungkap Karyadi Yadi.
"Betul itu pak... Ora sak glem e dwe ngebak i dalan. Wkwkwk," tambah Adhie Nhoer.
"Mantul...utamakan safety gowes dan pengguna jln lain...," komentar Agute Tpra.
Ada pula yang mengapresiasi masuknya Kombes Yulianto ke grup tersebut untuk mengingatkan tentang tertib bersepeda.
"Pak Kabid Humas ada di JOGJA GOWES," tulis Mila Milo Mila.
"Pak Humas saiki mlebu neng Jogja Gowes, wis koyo ICJ iki...
Ngepit Ku tak tertib saiki, ngko ndak di cekrek upload," tambah Fajar K. Natanael.
Nah, buat kamu yang suka bersepeda, ingat ya pesan pak Kombes Yulianto ini, kalau bersepeda baris satu-satu. Selamat berolahraga, salam gowes!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Lima remaja SMP dan SMK diamankan warga di Karangnongko, Klaten. Mereka diduga hendak nglitih dan kedapatan membawa stik golf serta selang.
Polisi mendalami motif penyerangan tiga jemaah Masjid Darul Ma’arif di Duren Sawit. Sejumlah senjata tajam dan tabung gas ditemukan.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.