Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Suasana di toko sepeda di Jalan Brigjend Katamso Jogja, Senin (8/6/2020). /Ist-Twitter @AZIZasgani
Harianjogja.com, JOGJA-- Sebuah fenomena baru muncul di masa pandemi Covid-19. Masyarakat berbondong-bondong melakukan aktivitas bersepeda. Mereka melakukannya di jalan-jalan yang kini cenderung lebih sepi karena ada pembatasan fisik dan sosial.
Fenomena ini juga terjadi di Jogja. Hampir setiap hari terutama di akhir pekan, jalanan di kawasan Kota Jogja banyak terlihat pesepeda. Ada yang melakukannya sendiri, ada pula yang berombongan bersama keluarga maupun teman-teman mereka.
Fenomena ini rupanya diikuti dengan ramainya penjualan sepeda. Toko sepeda di Jogja diserbu pembeli. Bahkan, warga rela antre di depan toko sepeda demi mendapatkan barang impian mereka tersebut beserta aksesorisnya.
Hal ini seperti diabadikan oleh seorang pengguna twitter bernama akun @AZIZasgani. Ia memotret dua toko sepeda di Jalan Brigjend Katamso Jogja yang diserbu pembeli.
Ada tiga foto yang dibagikannya. Dalam foto itu tampak puluhan warga antre di depan toko sepeda. Toko tersebut tampak hanya membuka pintu kecil sehingga hanya cukup untuk satu orang. Pembeli lainnya pun harus antre di luar toko tersebut.
Toko sepeda di Jogja ngeri tenan. Kabeh wong jogja tuku pit saiki ? pic.twitter.com/2i6OWBu4mm
— Pabib Pabtadhi (@AZIZasgani) June 8, 2020
Saat dihubungi Harianjogja.com, Aziz Farras Asgani, warga Semaki Jogja, yang merupakan pemilik akun @AZIZasgani tersebut mengungkapkan bahwa foto itu diambilnya pada Senin (8/6/2020). Foto itu diambil di dua toko sepeda yang berdekatan di jalan Brigjend Katamso saat dia melintas.
"Itu foto kemarin [Senin (8/6/2020)], saya foto di dua toko di jalan Brigjend Katamso," katanya.
Ia mengungkapkan berdasar keterangan penjaga toko tersebut, beberapa minggu terakhir toko itu memang ramai pembeli. Akibatnya toko itu didatangi Satpol PP yang kemudian menganjurkan untuk menutup sebagian pintu guna mengatur pembeli yang masuk.
Selain itu, pembeli yang masuk juga harus dicek suhu tubuh. "Tapi memang pada kenyataannya agak kewalahan itu pegawainya yang jaga karena banyak yang mencoba menyerobot masuk karena terlalu lama antri," katanya.
Foto yang ia bagikan pun menjadi viral. Dalam sehari, unggahan itu disukai dan dikomentari ratusan pengguna twitter.
Salah satunya akun gembrak wardana @danadono yang menulis "uwes seminggu meh saben dino toko2 pit neng katamso rame bangeeett".
Akun @EkaPFebrianna berkomentar dengan mengaitkan kondisi masyarakat di masa pandemi ini dengan menulis "Wingi sambat jarene ra ndue det tapi iso tuku pit alah luweh.."
Ramainya penjualan sepeda juga diungkapkan oleh warga Sleman, Sugeng Pranyoto. Pada hari yang sama, saat membeli lampu di sebuah toko sepeda di Ringroad Utara Jogja, ia menyaksikan sendiri warga berburu sepeda.
"Sekitar satu jam saya di toko itu, ada lima orang yang beli sepeda," katanya.
Tak hanya sepeda baru, ada pula warga yang membeli sepeda bekas. Selain itu, menurutnya juga banyak yang membeli aksesoris sepeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Dokumen rahasia NSA mengungkap penyadapan tiga presiden Prancis, mulai dari pembicaraan politik, diplomasi, hingga kontrak bisnis perusahaan.
China memimpin investasi infrastruktur kereta api dunia. Simak lima negara dengan belanja terbesar, mulai dari Jepang hingga Jerman.
Konsistensi dalam mengembangkan pendidikan kependudukan selama tiga tahun mengantarkan SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, meraih juara 1 nasional
PSS Sleman menjamu PSGC Ciamis pada laga pembuka Grup F I League Cup 2026. Simak jadwal, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Prekuel film 5cm berjudul 5cm Revolusi Hati tayang 24 Desember 2026. Film ini mengisahkan persahabatan, cinta pertama, dan petualangan di Banyuwangi.