Warga Lereng Merapi Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Antisipasi Erupsi

Gunung Merapi mengalami erupsi Minggu (21/6/2020) pagi. - Ist/ twitter @BPPTKG
14 Juli 2020 09:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, CANGKRINGAN--Sejumlah persiapan mitigasi sekitar lereng Merapi dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Untuk mengedukasi warga lereng Merapi soal proses evakuasi jika erupsi terjadi, jawatan ini mengajak warga menyiapkan tas siaga bencana.

Berkaca dari kejadian erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 lalu, warga ketika evakuasi tidak memikirkan harta benda yang harus dibawanya, kecuali diri sendiri dan anggota keluarganya. Hal ini membuat aset warga hilang tersapu awan panas, termasuk arsip penting dan berkas kependudukan.

BACA JUGA : Ada Deformasi di Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG 

Supaya warga lebih siap ketika bencana terjadi, BPBD Sleman melatih warga untuk menyiapkan tas siaga bencana. Tas itu berisi berkas penting seperti akta kelahiran, kartu keluarga, ijazah, hingga sertifikat tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan tas siaga bencana itu perlu dimiliki warga di lereng gunung sehingga sewaktu-waktu erupsi terjadi, berkas bisa dibawa mengungsi.

BACA JUGA : Begini Skenario Pengungsian yang Diusulkan Saat Pandemi 

"Ketika ada perintah mengungsi, dia nggak usah nyari kemana-mana, tinggal nyangking. Jadi berkas tidak akan hilang ditelan erupsi," kata Joko ketika meninjau mitigasi warga lereng Merapi bersama Komisi A DPRD Sleman di Glagaharjo, Cangkringan, pada Senin (13/7/2020).

Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti mengapresiasi langkah BPBD yang telah mengedukasi warga untuk bisa mempersiapkan tas siaga bencana untuk dibawa turun evakuasi saat erupsi terjadi. Dengan menyiapkan tas ini, warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi dirasa sudah sadar mitigasi bencana.

"Kami cek lapangan ternyata masyarakat mulai sadar apa yang harus dilakukan ketika ada erupsi. Ada tas siaga bencana yang berisi semua dokumen berharga mereka sehingga ketika ada bencana mereka akan pergi dengan satu tas dibawa mengungsi," terang Ani.

Salah satu warga Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman Sarmiyati, mengatakan sudah menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting seperti ijazah dan sertifikat tanah. Pihaknya telah belajar dari erupsi beberapa tahun lalu dengan menyiapkan dokumen untuk dibawa mengungsi.

BACA JUGA : Update Aktivitas Merapi: Tak Ada Guguran Lava

"Kalau nanti Siaga langsung kita turun. Tas ini dibawa ketika ada peningkatan status. Kalau dulu kan nggak pada dibawa jadi hilang, padahal ngurus dokumen ini kan susah. Jadi kita pake tas ini," kata ibu dari dua anak ini.

Jika nantinya harus mengungsi, ia dan suami serta kedua anaknya sudah siap. Kekhawatiran akan erupsi selalu ada, namun karena sudah terbiasa tinggal di lereng gunung, ia memilih untuk selalu patuh mitigasi bencana supaya senantiasa selamat dari ancaman bencana.