3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Kustini-Danang-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN- Calon bupati Sleman yang diusung PDIP sudah diumumkan ke publik. Program pembangunan Sleman yang telah dirintis bupati saat ini Sri Purnomo akan diteruskan.
DPP PDI Perjuangan akhirnya memilih Kustini Sri Purnomo sebagai calon kepala daerah (Cakada) pada Pilkada Sleman. Istri Bupati Sleman Sri Purnomo ini akan berpasangan dengan kader PDI Perjuangan, Danang Maharsa.
Usai ditunjuk sebagai Cakada PDI Perjuangan, Kustini mengaku jika hal itu merupakan amanah yang harus diperjuangkan. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto, Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi dan Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dia mengaku siap mengembang amanah tersebut. "Ini sebuah kehormatan dan sebagai bentuk amanah yang harus diperjuangkan. Ini adalah amanah rakyat, kita diminta harus menang dan sukses (pada Pilkada mendatang)," kata Kustini, Jumat (17/7/2020).
Dia menolak tudingan sedang membangun politik dinasti. Alasannya, demokrasi dalam Pilkada menunjukkan masyarakat bebas memilih. "Ini era demokrasi. Siapa pun berhak maju, dipilih dan memilih. Kalau dinasti kan kerajaan, (Pilkada) ini kan demokrasi," kata Ketua Tim PKK Sleman ini.
Meskipun optimistis menang pada Pilkada mendatang karena didukung oleh partai yang memiliki 15 kursi di parlemen, namun Kustini tetap terbuka untuk mendapat dukungan partai-partai lainnya. "Kami akan bersilaturahmi dengan semua pihak. Kami akan rangkul semua organisasi dan kelompok. Kami optimis menang, jangan berfikir tidak menang," kata Kustini.
Kustini mengaku akan mengusung program Sleman Cerdas disemua lini. Baik pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya. Sleman Cerdas akan disokong dengan kemajuan teknologi. "Misalnya di masa pandemi ini ekonomi cerdas yang menggunakan aplikasi. Begitu juga dengan sistem di pendidikan dan kesehatan," katanya.
Kustini mengakui jika ia tetap akan melanjutkan program bupati saat ini yang dinilai baik. "Selama 10 tahun kepemimpinan pak Sri, Sleman sudah bagus. Nah kami akan tingkatkan kembali yang bagus-bagus itu. Untuk menjadikan Sleman Cerdas dan berdaya saing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.