Kebakaran TPA Jatibarang Terkendali, 20 Persen Titik Api Masih Tersisa
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat memberikan keterangan imbauan terkait pelaksanaan Pilkada 2020, Jumat (6/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA - Pandemi Covid-19 mengajarkan seluruh umat manusia di muka bumi untuk menghargai nyawa. Penghargaan terhadap nyawa manusia termasuk dalam implementasi sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Karena itu kita sebagai khalifah di muka bumi juga harus menghargai nyawa manusia," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Jumat (17/7/2020).
Menurutnya, penghargaan terhadap nyawa manusia juga termasuk dalam implementasi sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Haedar mengatakan warga dunia perlu konsisten dan disiplin menerapkan protokol kesehatan mulai pembatasan jarak jarak, memakai masker, serta cuci tangan.
"Kita ingin Covid-19 tidak menular semakin meluas," katanya.
Atas dasar itu pula, PP Muhammadiyah dan Aisyiyah memutuskan menunda pelaksanaan perhelatan penting lima tahunan yakni Muktamar ke-48 yang sedianya digelar pada Juli 2020.
"Berdasarkan ahli epidemiologi dan ahli-ahli kedokteran bahwa hingga Desember 2020 kita tidak memungkinkan melaksanakan acara yang melibatkan banyak massa," ucapnya.
Haedar menuturkan, bisa saja Muhammadiyah tetap menggelar Muktamar dengan melibatkan banyak peserta. Namun, hal itu tidak akan ditempuh salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini karena menurut Haedar kendati saat ini memasuki masa adaptasi, namun risiko penularan virus corona jangan sampai diabaikan.
"Mungkin kebetulan kita tidak kena, tetapi ingat ketika kita terlibat dalam aktivitas yang melibatkan orang banyak, apalagi dengan adanya OTG (orang tanpa gejala) sehingga rumah sakit menjadi penuh, maka itu adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab baik dari segi keagamaan maupun sosial," ujarnya.
Haedar berharap masyarakat tidak memandang kasus Covid-19 sebagai sesuatu yang ringan dan sepele. Faktanya, dalam kurun empat bulan kasus meninggal akibat Covid-19 di tingkat dunia sudah cukup besar mencapai 400.000 jiwa lebih dengan 7 juta lebih orang terinfeksi.
"Dalam konteks \'azali\' tentu kematian masuk wilayah Allah SWT tetapi dalam konteks duniawi maka kita perlu berikhtiar," katanya.
Berita ini sudah tayang di INews.id dengan judul "Haedar Nashir Sebut Kemunculan Covid-19 Ajarkan Orang Hargai Nyawa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : INews.id
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.