Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus Covid-19 di Gunungkidul menimpa sejumlah tenaga kesehatan.
Delapan tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Rabu (22/7/2020) kemarin dinyatakan positif Covid-19. Tercatat lima pasien tersebut berasal dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, sedangkan tiga sisanya dari rumah sakit swasta.
Setelah ditelusuri, ternyata lima tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat satu tersebut bekerja di Klinik Multazam, klinik yang berada di Padukuhan Karangsari Kalurahan Duwet Kapanewon Wonosari. Kini, klinik tersebut terpaksa ditutup karena seluruh karyawan harus menjalani isolasi mandiri.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Klinik Multazam Iip Wibawa membenarkan hal tersebut. Dari 50 karyawan yang bekerja di Klinik Multazam, ternyata setelah menjalani uji swab, lima di antaranya dinyatakan positif. Iip mengaku dilema, karena tidak menyangka rekan kerjanya ada yang terpapar Covid-19.
"Selama ini, kami sebetulnya sudah cukup waspada dengan adanya virus Covid-19," ujarnya, Kamis (23/7/2020).
Pihaknya telah melakukan penyaringan ketat dengan protokol berlapis bagi para pasien yang hendak berobat. Pihaknya pun juga secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan dengan pola buka tutup. Bahkan selama sehari ia melakukan lima kali UV setiap ruangan.
Di samping itu, para karyawan klinik tersebut sudah melakukan rapid test mandiri secara berkala. Namun demikian ia mengaku tidak bisa mengwasi detail masyarakat yang hendak berobat maupun berkunjung.
"Bagi kami ini musibah. Risiko sebuah profesi," tambahnya.
Menurutnya, banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tak jujur diduga menjadi pemicu utama virus Covid-19 masuk ke fasilitas kesehatan ini. Karena, dari rekam medis semua pasien yang hadir ke klinik tersebut, sebetulnya tidak ada pasien yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
"Tapi ya namanya orang banyak kadang ada saja tingkah lakunya. Ada yang sudah di dalam baru ngaku (terpapar)," ungkapnya.
Dan untuk menenangkan karyawan klinik maka pihaknya terpaksa menutup sementara operasional Klinik tersebut. Menurutnya hal ini merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi di tengah masa pandemi Covid-19 ini.
Iip menjelaskan sudah berusaha keras untuk melengkapi update bagi rekan-rekan mereka yang bertugas. Namun untuk kebutuhan alat pelindung diri tersebut klinik Multazam memang harus mengadakan secara mandiri.
"Pengadaan APD kita lakukan mandiri dan bantuan dari rekan relawan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.