Di Kulonprogo, Permintaan Sapi Madura untuk Kurban Tak Terpengaruh Corona

Kondisi tempat penitipan dan perawatan sapi madura milik Paiman di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Rabu (22/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
23 Juli 2020 07:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Jelang Iduladha 2020, permintaan sapi madura untuk konsumen di Kulonprogo terpantau stabil. Daya beli masyarakat terhadap sapi jenis ini masih cukup bagus meski kini sedang masa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan salah seorang pemilik usaha pemesanan sapi madura yang juga membuka jasa penitipan dan perawatan sapi madura di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Paiman. Ia menuturkan minat konsumen untuk membeli sapi madura melalui jasanya masih cukup bagus. Pandemi Covid-19 yang sempat dikhawatirkan bakal menurunkan daya beli masyarakat terhadap hewan kurban khususnya sapi jenis ini ternyata tidak terjadi.

"Meski ada corona, permintaan sapi madura di sini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Paiman saat ditemui di rumahnya, Rabu (22/7/2020) siang.

Paiman mengatakan para konsumen, mulai dari perorangan, kelompok masyarakat hingga instansi pemerintah di Kulonprogo dan wilayah DIY sudah mulai memesan sapi madura melalui jasanya sejak akhir Mei 2020. Hingga saat ini, ia telah mendatangkan sekitar 300 ekor sapi langsung dari tempat asalnya di Madura, Jawa Timur.

Adapun harga yang dipatok untuk setiap pemesanan sapi itu mulai dari Rp15 juta sampai di atas Rp20 juta. Rata-rata para konsumen ini memesan sapi yang harganya sekitar Rp20 juta. "Sistemnya di sini pesan dulu baru kami carikan ya, karena kami kan jasa pemesanan, bukan dagang langsung, nah dari pesanan yamg masuk itu rata-rata konsumen minta yang harga Rp20 juta," jelasnya.

Kondisi berbeda justru dialami penjual sapi lokal, Olan Suparlan. Penjualan sapi di tempat Olan mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Ada penurunan daya beli masyarakat karena dampak pandemi. Penurunannya sekitar 30 persen," ujar penjual sapi asal Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, ini

Sebelum ada wabah corona, Olan bisa menjual sedikitnya 150 ekor sapi untuk perayaan kurban. Sementara, untuk tahun ini, ia baru berhasil menjual sekitar 50 an ekor.

"Tahun ini kami hanya menyetok 70 ekor sapi lokal dari Jogja dan Gunungkidul, dengan harga Rp18-30 juta. Dari jumlah tersebut baru 50 yang terjual yang kisaran harganya Rp20 juta. Tapi ya jumlah penjualan ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya," ujar Olan.