AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Istana Kepresidenan Jogja menerima sumbangan sapi Simmental dengan berat 1 ton dari Presiden Joko Widodo. Sapi itu akan dikurbankan pada Iduladha 1441 Hijriah.
Sapi tersebut adalah Gombloh, sapi yang dibeli oleh Presiden Jokowi dari peternak Rika Daru Efendi, 28, warga Dusun Karangasem, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul.
“Rencana memang untuk Gedung Agung. Ini saya sedang menunggu orang Setneg yang mau mengurusnya,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo, Jumat (24/7/2020).
Joko mengungkapkan sapi berwarna cokelat tua itu dibeli oleh Presiden Jokowi dengan harga Rp87 juta. Gombloh ini berhasil mengalahkan dua sapi lainnya dari Bantul yang dinominasikan untuk dijadikan hewan kurban orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Adapun dua sapi lain dan masuk nominasi tersebut adalah sapi dari Kecamatan Pajangan, dan Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret.
“Sapi ini juga telah diperiksa kesehatan dan berat badan sebelum akhirnya terpilih,” lanjutnya.
Pada tahun lalu, Presiden Jokowi juga menyumbangkan sapi jenis PO 1.037 kilogram seharga Rp55 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.