Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Bupati Bantul Suharsono dalam acara Sarasehan Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 di Ruang Mandala Saba, kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (17/6/2019).- Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, BANTUL - Jumlah kasus Covid-19 di Bantul belum menunjukkan penurunan. Melihat kondisi itu, Bupati Bantul Suharsono turun ke masyarakat untuk mengingatkan soal pentingnya mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Didampingi pihak terkait seperti Satpol PP, TNI dan Polri, Suharsono berseru dengan menggunakan pengeras suara kepada pedagang dan pengunjung yang sedang menikmati sore di sekitar lapangan Paseban, Bantul.
Bukan untuk membubarkan melainkan untuk memberi sosisalisasi dan mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
"Ayo bapak ibu pedagang dan pengunjung semua dimohon tetap mematuhi protokol kesehatan nggih. Terima kasih semua yang sudah taat," seru Suharsono, sembari mengelilingi lapangan Paseban, Sabtu (25/7/2020) sore.
Suharsono menuturkan bahwa lapangan Paseban memang sudah diperbolehkan dimanfaatkan masyarakat lagi setelah beberapa saat lalu sempat ditutup. Namun pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas dengan menutup lapangan Paseban jika memang masyarakat kedapatan melanggar protokol kesehatan.
Dikatakan Suharsono, virus Covid-19 saat ini masih ada di tengah masyarakat Bumi Projotamansari. Dengan memperbolehkan masyarakat beraktivitas kembali bukan berarti lantas menghilangkan protokol kesehatan yang wajib dilakukan tapi justru harusnya dapat diperkuat lagi.
"Lapangan Paseban ini sudah saya buka kembali, tapi semuanya wajib tetap patuh pada protokol kesehatan ya agar tidak terjadi kasus baru di sini," ucapnya.
Terkait dengan lonjakan kasus yang sempat terjadi dalam beberapa hari ke belakang, Suharsono mengaku terus akan meningkatkan pengawasan di setiap tempat. Pengawasan itu bakal dilakukan khususnya kepada beberapa objek wisata yang sudah sempat dibuka.
"Tidak akan ditutup tapi pengawasan akan diperketat lagi dengan bantuan pihak-pihak terkait, kalau ditutup kasian pedagang-pedagang e do ra iso golek pangan [pedagang tidak bisa mencari makan]," ujarnya.
Suharsono juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menambah tim terpadu guna makin memperketat pengawasan di objek-objek wisata. Tes massal pun tetap akan diselenggarakan kepada tempat-tempat yang memang dinilai berpotensi menimbulkan penyebaran kasus baru.
Selain turun ke lapangan Paseban, sebelumnya Suharsono juga sudah sempat mengunjungi Pasar Bantul guna melakukan kegiatan serupa. Tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal mengunjungi beberapa objek wisata atau tempat kerumunan lain guna melakukan pemantauan sekaligus juga dengan sosisalisasi.
"Saya akan sosisalisasi lagi besok mungkin ke beberapa tempat wisata semisal Pantai Parangtritis atau sunday morning untuk memastikan masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.