Sehari Dua Kasus, Bayi Ditemukan di Kereta dan Selokan Solo
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Praktik kriminal membuang bayi baru lahir kembali terjadi di Sleman.
Peristiwa pembuangan bayi sedang marak terjadi akhir-akhir ini di wilayah Sleman. Usai pembuangan bayi yang dilakukan oleh dua mahasiswa fakultas kedokteran dan penelantaran bayi di rumah persalinan di Caturtunggal, Depok, Sleman, kali ini hal sejenis terjadi lagi di wilayah Godean.
Kapolsek Godean Kompol Paino membenarkan bahwa terjadi penemuan bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki di wilayah hukumnya.
"Iya benar, penemuan [bayi] sendiri berada di wilayah Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Bayi laki-laki ini ditemukan masih hidup di dalam sebuah kardus," kata Paino, dihubungi Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Rabu (29/7/2020).
Paino menjelaskan bahwa bayi tersebut diletakkan di kursi yang ada di halaman depan rumah. Pemilik rumah sekaligus saksi, Setiyo Sudarminto (68), mengetahui ada barang mencurigakan berupa kardus yang malam sebelumnya tak pernah dia lihat.
"Sewaktu saksi [Setiyo] akan membersihkan depan rumahnya, dia melihat kardus yang diletakkan di atas kursi warna putih, selanjutnya dibuka. Dirinya kaget melihat bayi di dalam kardus itu. Saksi memanggil keponakannya bernama Endah Tri Utami (30)," jelas dia.
Paino menjelaskan, kedua saksi langsung membawa bayi ke dalam rumah. Bayi diketahui kedinginan dan pemilik rumah mengganti popok.
Dihubungi terpisah, Camat Godean Sarjono mengaku sudah mendapat laporan dari warga serta dukuh di lokasi atas penemuan bayi berusia sekitar 2-3 hari itu. Penemuan sendiri terjadi pada sekitar pukul 07.15 WIB.
"Pemangku wilayah mendapat laporan dari Pak Setiyo bahwa ada bayi tak dikenal di teras rumahnya. Lalu kami menghubungi pihak berwenang. Selanjutnya untuk keamanan bayi, petugas kesehatan membawanya ke Puskesmas Godean 1," terang Sarjono melalui pesan singkat.
Dari informasi yang didapat, Sarjono menyebut, pada Rabu sekitar pukul 01.13 WIB terdapat mobil berwarna putih yang berhenti di depan rumah Setiyo. Hal itu terlihat dari rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP.
"Di CCTV pukul 01.13 WIB ada mobil yang berhenti. Terlihat ada orang yang menaruh sebuah kotak di atas kursi itu. Namun untuk keterangan lebih jauh itu ranah pihak yang berwenang," terang dia.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Beijing Tambah 2, 1 dari Indonesia
Di samping itu, kardus tempat bayi diletakkan juga terdapat sebuah pesan yang diduga ditulis oleh orang tua bayi. Pesan tersebut tertulis, "Izinkan saya menitipkan anak saya. Mohon sayangi dia sebagaimana saya menyayanginya. Tolong besarkan dia sebagaimana saya ingin membesarkannya. Berikanlah ia yang terbaik."
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti serta saksi dijadikan petunjuk untuk mengungkap terduga pembuangan bayi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Realisasi pajak daerah Sleman mencapai Rp618 miliar pada Semester I 2026. Pemkab juga memberikan penghargaan kepada 163 wajib pajak teladan
KPK resmi menahan mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Disnaker Sleman mencatat 443 pencari kerja pada Semester I 2026. Lulusan SMA mendominasi, sementara 324 tenaga kerja telah ditempatkan.
Pamong kalurahan di Bantul didorong memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produk desa agar rantai distribusi lebih pendek dan pendapatan meningkat.
Sharp Indonesia melaksanakan seremoni penanaman 600 pohon endemik rasamala (Altingia excelsa) di kawasan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa