DPAD DIY Terus Ajak Masyarakat Luas Nonton Diorama
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
Salah satu gunungan diarak keluar dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam proses Grebeg Besar, Rabu (23/8/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Sehubungan dengan masih diberlakukannya status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DIY, pelaksanaan Garebeg Besar di Kraton Jogja pada Jumat (31/7/2020) atau 10 Besar Wawu 1953 ditiadakan.
Meski demikian, Kraton Jogja tetap membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang. Proses tersebut akan dipimpin oleh GKR Mangkubumi. Hal ini merupakan wujud konsistensi Kraton Jogja. untuk melestarikan tradisi meski saat pandemi sekaligus mendukung anjuran pemerintah.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono menuturkan pelaksanaan agenda digelar dengan tata cara yang sama seperti saat peringatan Idulfitri dengan pertimbangan protokol kesehatan.
“Meskipun upacara Garebeg ditiadakan, esensi dari Garebeg itu sendir itidaklah hilang. Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya. Di samping itu, pelaksanaan Garebeg pada zaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini,” ujar putri kedua Ngarsa Dalem tersebut dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (31/7/2020).
Pembagian dengan cara tersebut dilakukan karena dianggap dapat meminimalisir kerumunan. “Kegiatan ini hanya akan diikuti oleh Abdi Dalem dan kerabat dekat saja. Semua Abdi Dalem baik yang bertugas maupun yang mengikuti prosesi juga wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan saling menjaga jarak,” ujar Gusti Kirono.
Adapun ubarampe rengginang yang akan dibagikan berjumlah 2.700 buah, sama banyaknya dengan rengginang pada Gunungan Estri dan Gunungan Dharat saat Upacara Garebeg sebagaimana mestinya.
Ubarampe rengginang mulai dirangkai pada Kamis (30/7/2020) di Bangsal Srimanganti, Kraton Jogja. Setelah rangkaian selesai disiapkan, gerabah tempat ubarampe diletakkan di busanani atau diberikan kain penutup bermotif bangun tulak.
Prosesi ini dilakukan oleh Kanca Abrit dan dipimpin oleh Penghageng KHP WahanaSarta Kriya KRT Kusumanegara. Seluruh ubarampe diinapkan selama satu malam dan selanjutnya akan didistribusikan kepada Abdi Dalem Kraton Jogja, Puro Pakualaman, dan Kepatihan keesokan harinya.
Pengumunan dari Kraton Jogja tersebut juga sudah diunggah di media sosial milik Kraton Jogja, salah satunya Instagram @kratonjogja.
"Gpp @kratonjogja tahun ini ga ada. Tahun depan yakinlah ada lagi spt semula," balas @jogjaelegan.
"Terimakasi kraton," timpal @patrickcandra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.