Pertama di Indonesia, Embarkasi Haji DIY Akan Berbasis Hotel
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) DIY telah menyiapkan program padat karya dan program tenaga kerja mandiri (TKM) untuk puluhan ribu pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, mengatakan jumlah tenaga kerja yang terkena PHK dan dirumahkan sekitar 41.000-an. Data tersebut baru tercatat sampai Juni lalu dan kemungkinan masih bertambah.
“Program reguler padat karya sudah disiapkan sekarang dan segera akan dilaksanakan baik penyiapan tenaga mandiri atau padat kartya,” kata Aria, saat mengunjungi kantor Disnakertrans Bantul, Jumat (7/8/2020).
Menurut Aria, program padat karya dan TKM menjadi salah satu solusi di tengah pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhir. Ia belum bisa menyebutkan anggaran program padat karya dan TKM yang dipersiapkan karena kedua program tersebut bersinergi dengan kabupaten dan kota melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Jawatannya juga meminta kabupaten dan kota untuk tetap melaksanakan program padat karya dan TKM. Selain program padat karya dan TKM, kata Aria, Disnakertrans DIY saat ini juga tengah mengintensifkan penyelesaan permasalahan perselisihan perusahaan dan pekerja untuk menekan terjadinya PHK dan pekerja yang dirumahkan.
Perselisihan perusahaan dan pekerja mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Misalnya di Bantul ada 12 perusahaan yang mengajukan sidang tripartit karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan akibat produksi menurun.
Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan program padat karya dan TKM di Bantul sudah teranggarkan sebanyak 130 lokasi dengan anggaran Rp13 miliar dari APBD Bantul dan 29 lokasi dengan anggaran Rp3,5 miliar yang bersumber dari APBD DIY. Namun anggaran tersebut sebagian terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.
Disnakertrans mengupayakan kembali agar padat karya dan TKM kembali berlanjut sebagai solusi untuk pekerja yang dirumahkan dan kena PHK, “Harapannya tetap bisa dilaksanakan tahun ini,” kata dia.
Istirul mengaku sudah memiliki data pekerja yang terdampak akibat Corona. Jumlahnya sekitar 12.000-an dan sebagian besar dirumahkan tanpa gaji dan waktu yang jelas. Lebih lanjut Istirul mengatakan pentingnya program padat karya dan TKM, karena pekerja yang terdampak banyak yang tidak terakomodir bantuan sosial dampak Covid-19.
Sebab, kata dia, parameter yang digunakan organiasi perangkat daerah (OPD) yang menangani bansos berbeda dengan Disnakertrans. Bansos mengacu pada basis KK dan pekerja ada sebagian yang sudah masuk dalam penerima bansos namun banyak juga yang tidak memenuhi kriteria.
“Pekerja yang terdampak dan tidak terkover bansos nantinya akan menjadi sasaran program padat karya dan TKM,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Pemadaman listrik Gunungkidul 30 Mei 2026 terjadi pukul 10.00–13.00 WIB. Cek wilayah terdampak dan jadwal lengkap PLN.
Timnas U19 Indonesia rilis 23 pemain untuk Piala AFF 2026 di Sumut. Simak daftar lengkap dan jadwal pertandingan Grup A.
Rangkuman Top 10 News Jogja hari ini: HUT Jogja, SIM scan wajah, BBM aman, wisata, hingga Piala Dunia 2026.
Bus KSPN Jogja 2026 ke pantai selatan mulai Rp12 ribu. Cek jadwal lengkap dari Malioboro ke Parangtritis dan Drini.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 lengkap. Ada layanan malam Simeru di Sleman City Hall, cek lokasi dan syaratnya.