Tukang Kredit Keliling di Pakem Terjangkit Corona, Dinkes Sleman Lakukan Tracing

Ilustrasi. - Freepik
08 Agustus 2020 19:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menelusuri (tracing) kontak setelah seorang tukang kredit keliling atau mindring di Pasar Pakem, Kecamatan Pakem, positif Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo menuturkan proses tracking dan tracing kontak masih terus dilakukan. Ia belum mendapat kesimpulan dari mana mindring tersebut tertular Covid-19.

"Pasien positif tersebut biasa mendatangi pedagang untuk menagih angsuran atau disebut mindring. Saat ini sedang dilakukan tracking maupun tracing, masih belum selesai," kata Joko ketika dihubungi Harian Jogja pada Sabtu (8/8/2010).

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Suranto, mengakui ada warganya yang bekerja sebagai tukang kredit dan dikonfirmasi positif Covid-19. 

"Betul, yang bersangkutan [pekerjaannya] jasa keuangan. Hasil swab keluar Jumat [7/8]," kata Suranto.

Ia menambahkan, warga yang bersangkutan saat ini tengah diisolasi di Asrama Haji Jogja. Sementara, keluarga yang kontak erat dengannya akan menjalani pemeriksaan dan karantina mandiri di rumah dengan menjalankan protokol kesehatan dengan pemantauan Tim Pelapor Relawan Desa Pakembinangun sekaligus dibantu Satgas Dusun Pakemgede.

Suranto juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik, apalagi sampai mengucilkan keluarga yang tengah menjalankan karantina mandiri. Terlebih, lantaran setelah ada kabar seorang warga Pakem dinyatakan positif Covid-19, kabar itu berkembang beraneka macam di masyarakat. Bahkan, informasi yang simpang siur itu sempat menyebutkan bahwa seorang pedagang di Pasar Pakem positif Covid-19.

Kabar tersebut dibantah Suranto setelah ia berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman. "Pasar Pakem dinyatakan tetap buka setelah dilaksanakan sterilisasi oleh petugas, dikarenakan tidak ada pedagang pasar yang positif Covid-19," kata dia. 

Ia meminta warga untuk tetap tenang dan bisa menyaring informasi dengan selektif sebelum membagikannya. "Yang buat heboh malah warga luar desa, di sini semua tertib di lingkungannya. Warga tetangga hebohnya sesaat saja," imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi menegaskan, tidak ada pedagang Pasar Pakem yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Tidak ada," kata dia.

Pihaknya telah mengimbau kepada warga melalui Kepala Desa Pakembinangun, Kepala UPTD Pasar Pakem, dan paguyuban pedagang Pasar Pakem agar tidak panik dan bisa tetap berbelanja di Pasar Pakem, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.