Diduga Lakukan Klithih, Bocah SMP di Kota Jogja Dihajar Massa

Ilustrasi. - JIBI/Solopos
09 Agustus 2020 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sempat diduga akan melakukan aksi klithih, seorang pemuda berinisial MF, 15, warga Kecamatan Kraton, Kota Jogja ini terpaksa harus menerima bogem mentah dari warga yang mengetahui aksinya.

Kapolsek Mergangsan Komisaris Polisi (Kompol) Tri Wiratmo mengatakan jika pelaku merupakan siswa dari salah satu SMP yang ada di Jogja. Aksi dari MF sendiri terjadi di depan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jalan Tamansiswa, Kecamatan Mergangsan, Jogja pada Sabtu, (8/8/2020) sekitar pukul 20.30 malam.

"Pelaku sempat dipukuli oleh massa yang mengetahui aksinya, mengetahui hal tersebut kami langsung mengamankan pelaku yang diduga akan melakukan aksi kekerasan kepada orang lain," ujar Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo, Minggu (9/8/2020).

BACA JUGA: Penemuan Mayat di Jembatan Kretek, Polisi: Diperkirakan Sudah Mengapung 2 Hari

Lebih lanjut, awal dari aksi yang diduga klithih tersebut bermula saat pengendara kendaraan bermotor bernama Prabowo Kusumo, 18, yang merupakan pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Jogja berpapasan dengan MF.

"Tiba-tiba Prabowo dikejar oleh MF tanpa ada perkara sebelumnya. Saat MF menggeber motornya untuk mengejar Prabowo, MF malah bersenggolan dengan sepeda motor lain yang ternyata adalah kawan Prabowo," terang Tri.

Akibat senggolan yang terjadi antara MF dan rekan Prabowo, akhirnya salah satu dari mereka yakni rekan Prabowo terjatuh ke jalan. Mengetahui hal tersebut, Prabowo mencoba untuk membantu rekannya yang terjatuh.

"Pelaku yang mengetahui jika Prabowo membantu temannya kemudian ikut menghampiri keduanya sambil memutar-mutarkan ikat pinggangnya. Diduga pelaku akan menyerang Prabowo dan rekannya," sambung Tri.

"Belum sempat melukai korban, MF malah dihampiri sejumlah warga yang mendengar jerit minta tolong dari Prabowo. Akhirnya, MF mencoba kabur, namun gagal karena ditarik oleh warga," imbuhnya.

Rekan MF yang menjadi joki berhasil kabur. MF berhasil ditangkap warga. Dikarenakan pada saat itu kondisi jalanan di simpang empat Lowanu padat, sehingga memicu perbuatan aksi massa kepada MF.

Tak berselang lama, polisi datang ke TKP. Warga yang tadinya memberikan sejumlah pukulan kepada MF sontak berhenti. Selanjutnya, korban diamankan polisi dan dibawa ke rumah sakit setempat.

"MF tidak diproses hukum karena tidak ada korban. Namun, kami serahkan kepada orang tuanya agar diberikan pembinaan," tutupnya.