BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Foto ilustrasi: Belajar di rumah. /Antarafoto-Iggoy el Fitra
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) sudah menyiapkan kurikulum yang adaptif terhadap kondisi pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Bahkan kurikulum adaptif tersebut diberlakukan sebelum adanya Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.
“Kami sudah siapkan kurikulum darurat sejak empat bulan lalu. Pemetaan kompetesi dasar dan materi materi esensial yang diutamakan dalam pembelajaran jarak jauh secara online atau daring,” kata Isdarmoko, saat dihubungi Selasa (11/8/2020).
“Kemarin pak Menteri [Pendidikan dan Kebudayaan] meluncurkan kurikulum darurat itu dasarnya sama [seperti yang sudah dilakukan di Bantul] itu masih kurikulum 2013. Dengan adanya SK pak menteri ini artinya kurikulum darurat yang kami laksanakan sejak empat bulan lalu menjadi resmi,” imbuh Isdarmoko.
BACA JUGA : Pemerintah Terbitkan Kurikulum Darurat untuk Sekolah, Ini
Isdarmoko mengatakan selama masa pandemi Covid-19 ini terjadi perubahan dalam proses belajar mengajar. Pihaknya sudah mengumpulkan semua kepala sekolah dan juga guru-guru mata pelajaran agar menyesuaikan dengan kurikulum adaptif di tengah Covid-19. Ia mencontohkan setiap guru hanya menyampaikan materi yang sesuai degan kompetensi dasar.
Jam pelajaran pun berkurang. Setiap guru mata pelajaran dari yang tadinya harus memenuhi 40 jam pelajaran selama sepekan dalam kondisi normal, maka saat ini cukup dengan 20 jam pelajaran dalam sepekan. Dengan pengurangan jam pelajaran tersebut, kata Isdarmoko, maka otomatis mengurangi subtansi atau materi yang diajarkan guru pada siswa.
“Yang disampaikan isinya kami pilih agar yang kompetensi dasar yang esensial, Sementara yang lainnya yang tidak terlalu esensial bisa disampaikan di kesempatan lain,” ucap dia.
BACA JUGA : Nadiem Makarim Terbitkan Kurikulum Darurat di Masa
Pihaknya juga memberi kesempatan kepada siswa jika ingin mendalami mata pelajaran dan harus bertemu gurunya di sekolah dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan jumlah 2-3 siswa. Untuk waktu dan lokasinya disesuaikan dengan kesanggupan antara siswa dan guru.
Disederhanakan
Kepala SMPN 1 Banguntapan, Harjana mengatakan metode pembelajaran yang dilakukan di Bantul khususnya di sekolah yang dia ampu sudah disederhanakan sejak awal pandemi sesuai arahan dari Disdikpora. Ia mencontohkan dalam pelajaan Bahasa Indonesia untuk mempelajari satu teks di hari normal maka cukup dengan empat alinea. Waktu pembelajaran juga dkurangi dari yang tadinya 40 menit dalam satu jam mata pelajaran menjadi 30 menit.
“Guru mata pelajaran hanya menyampaikan materi pokok, sisanya untuk latihan,” ucap Harjana. Selain itu pihaknya juga menyediakan lembar kerja siswa (LKS) untuk siswa belajar dari rumah.
BACA JUGA : Sekolah Bisa Menyederhanakan Kurikulum secara Mandiri
Senada disampaikan oleh Kepala SD Lanteng Baru, Suparlan. Guru yang mengajar di sekolahnya dikurangi dari sehari tujuh jam mata pelajaran menjadi tiga jam mata pelajaran. Sementara untuk proses belajar mengajar, kata Suparlan, di SD Lanteng Baru banyak mengambil tugas di sekolah secara bergantian oleh orang tua siswa karena keterbatasan jaringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.