Ikut Sekolah Partai Sebelum Ikut Pilkada Bantul, Halim-Joko Deklarasi Akhir Agustus

Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo berjabatangan seusai Halim mendaftar sebagai bakal Calon Bupati Bantul lewat penjaringan DPC PDIP, beberapa waktu lalu. - Ist
19 Agustus 2020 15:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Setelah Suharasono-Totok Sudarto mendeklarasikan diri menjadi bakal pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bantul pada 16 Agustus lalu, Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo memilih waktu deklarasi pada akhir bulan ini. Tim Halim-Joko masih mempersiapkan agenda deklarasi tersebut.

“Deklarasi kemungkinan setelah 27 Aguatus,” kata bakal calon wakil bupati Bantul, Joko Purnomo, Rabu (19/8/2020).

Joko mengatakan deklarasi dilakukan akhir bulan ini karena ia bersama Halim akan mengikuti sekolah partai sebagai sarana pendidikan dan pelatihan untuk menjadi calon kepala daerah.  Sekolah tersebut sebagai bagian dari tahapan bakal calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

BACA JUGA: Ini Pesan Menteri Agama di Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

Joko Purnomo yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP dan Abdul Halim Muslih selaku ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diusung sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul oleh PDIP dan PKB. 

Deklarasi nanti,  kata Joko, akan digelar dengan sederhana. Cukup doa dan zikir bersama yang melibatkan sejumlah elemen, mulai dari pimpinan partai,  petani, pegiat seni, para atlet, dan barisan srikandi pendukung Halim-Joko. 

BACA JUGA: Digrebek, Klinik Ini Telah Gugurkan 2.000 Lebih Janin

Joko mengatakan selain harus mengikuti sekolah partai, dia dan Abdul Halim masih membuka kemungkinan partai lain yang belum menentukan sikap untuk bergabung. Ada tiga partai peserta pilkada yang belum menentukan sikap, yakni Partai Amanat Nasional (PAN),  Demokrat,  dan Partai Bulan Bintang (PBB)

"Kami optimistis, mudah-mudahan sebelum tanggal 27 [Agustus] ketiga partai itu akan bergabung," ucap dia.

Anggota Tim Pemenangan Halim-Joko,  Mahmudin mengatakan bakal ada banyak kejutan dalam proses deklarasi nanti.  Namun ia belum bisa menyebutkan kejutan tersebut karena konsep acara deklarasi masih disusun.  Pihaknya juga optimistis bakal ada partai tambahan pengusung Halim-Joko.  "Tapi belum 100 persen," kata Mahmudin.