Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif, Muh. Ricky Fauziyani (kanan) menyerahkan souvernir buku tentang sejarah kopi kepada Staff Ahli Bidang Perekonomian Setda Gunungkidul, Khairudin, dalam peluncuran gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Balai Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Selasa (18/8/2020). /Harianjogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pariwisata Gunungkidul meluncurkan gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Balai Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Selasa (18/8/2020).
Gerakan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI ini bertujuan untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat di bidang wisata yang terpuruk imbas pandemi Covid-19.
"Melalui gerakan BISA, kami berharap pariwisata di Gunungkidul bisa bangkit lagi," kata Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti, di sela-sela launching gerakan BISA.
BACA JUGA : 249.000 Wisatawan Berkunjung ke Bantul Selama Pandemi
Asti menjelaskan gerakan ini bertujuan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia pariwisata. Implementasi gerakan ini yaitu menggerakkan masyarakat khususnya pelaku wisata untuk bergotongroyong membersihkan tempat wisata. Sejak pandemi, banyak tempat wisata di Gunungkidul tidak terawat dengam baik, sehingga harus dibersihkan agar tetap menarik wisatawan.
Asti menjelaskan Kalurahan Pampang dipilih sebagai lokasi Gerakan BISA, karena memiliki potensi wisata yang besar. Kalurahan ini merupakan sentra industri perak, yang juga kerap menjadi jujugan wisatawan. Sayangnya, warga Pampang baru sebatas menjadi pengrajin, belum sampai ke tahap pengusaha. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, para pengrajin diberikan pelatihan kewirausahaan.
BACA JUGA : Sultan Bakal Luncurkan 2 Aplikasi Pendukung Pariwisata di
"Ke depan pelatihan juga dilakukan di kalurahan lain sesuai potensi wisata yang ada," ujarnya.
Lurah Pampang Iswandi berharap gerakan BISA mampu membangkitkan kembali industri perak Pampang di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Diakuinya industri kerajinan perak di kalurahan ini turut terdampak pandemi. "Akibat pandemi, pesanan perak hasil kerajinan anjlok hingga 80 persen," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2