Sultan Bakal Luncurkan 2 Aplikasi Pendukung Pariwisata di Saat Pandemi

Ilustrasi turis asing. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
18 Agustus 2020 19:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X segera meluncurkan dua aplikasi untuk mendukung kegiatan pariwisata selama masa pandemi COVID-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan seusai menemui Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Selasa, mengatakan dua aplikasi itu yakni "Visiting Jogja" dan "Jogja Pass" akan diluncurkan Gubernur DIY pada 27 Agustus 2020 seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke DIY.

"Aplikasi 'Jogja Pass' bertujuan untuk memudahkan tracing (pelacakan kontak), dan 'Visiting Jogja' untuk memantau perekonomiannya," kata Hilman.

Ia menuturkan DIY telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif pada triwulan satu dan dua tahun 2020.

BACA JUGA: 18 Warga DIY Hari Ini Dilaporkan Terinfeksi Corona

Untuk itu, ia berharap pertumbuhan ekonomi DIY di triwulan ketiga dan keempat ini bisa tumbuh secara meyakinkan tapi tetap aman.

"Tadi arahan dari Ngarsa Dalem, memang harus disiplin penggunaan kedua aplikasi ini. Tujuannya agar masyarakat yang datang bisa termonitor dan merasa aman datang ke DIY," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Rony Primanto Hari mengatakan dua aplikasi itu pada dasarnya memiliki manfaat yang sama.

Hanya saja, kata Rony, untuk Jogja Pass dapat digunakan untuk seluruh kegiatan di DIY yang bisa menyebabkan kerumunan. Sedangkan Visiting Jogja lebih untuk digunakan memonitor pengunjung yang mengunjungi objek wisata.

"Dua hal ini menjadi yang diperlukan, ketika kita ingin mencegah penularan COVID-19 di DIY. Semoga semua pihak bisa disiplin menggunakan kedua aplikasi ini," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan khusus untuk aplikasi Visiting Jogja nantinya akan dikembangkan menjadi kebijakan satu data pariwisata DIY secara bersama.

Aplikasi itu, menurut Singgih, juga sekaligus dapat digunakan untuk mempromosikan pariwisata DIY.

Sumber : Antara