Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Polisi kini memburu seorang napi yang kabur dari Rutan Pajangan, Bantul.
Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul, Musmulyadin bin Ahmad Arsa alias Bintus, 28, Rabu (19/8/2020) sore kabur.
Tidak butuh waktu lama bagi narapidana asal Dompu, Nusa Tenggara Barat ini, untuk kabur dari rutan yang lebih dikenal dengan nama Lapas Pajangan ini.
Kepala Rutan Kelas II B Bantul Doni Handriansyah mengatakan, Bintus kabur sekira pukul 14.24 WIB.
Menurut dia, kaburnya narapidana ini diketahui setelah petugas LP melakukan pengecekan kamar hunian. Saat itu petugas tidak mendapatk Bintus bersama dengan enam narapidana lainnya yang tinggal satu kamar.
Setelah dicek melalui CCTV, Bintus melarikan diri dengan jalan memanjat pagar blok Candradimuka, lalu naik ke genting blok dan melompat ke brandang rutan. Setelah melompat, Bintus kemudian memanjat keluar tembok pos atas 3 bagian selatan barat rutan. Setelah itu Bintus melompat keluar usai naik ke tembok pos atas 3.
“Prosesnya hanya 50 detik. Dia melakukannya tanpa alat bantu,” kata Doni, Kamis (20/8/2020).
Ia mengungkapkan, Bintus merupakan terpidana kasus pencurian dan dijerat pasal 363 KUHP. Selain itu, Pengadilan Negeri Bantul juga telah menjatuhkan hukuman selama 1 tahun 4 bulan kepada Bintus. Sejauh ini, Bintus sudah menjalani hukuman selama 3 bulan di rutan tersebut.
“Selama ini dia menghuni kamar bersama dengan enam narapidana lainnya. Dia juga dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan narapidana lainnya,” terang Doni.
BACA JUGA: Bansos untuk UMKM Sebesar Rp2,4 Juta Sudah Mulai Dikucurkan
Ia mengatakan, pihaknya sampai sekarang masih mengejar narapidana yang kabur. Selain mengecek sekitar rutan, pihak rutan juga berkoordinasi dengan Polsek Pajangan dan Polres Bantul.
"Kami telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian baik dari Polsek Pajangan maupun Polres Bantul untuk melacak dan mengejar keberadaan narapadina," katanya.
Di sisi lain, diakui oleh dia, peristiwa kaburnya narapidana kali ini adalah kali pertama yang dialami olehnya sejak dirinya menjabat Karutan. Selain itu, kaburnya narapidana kali ini juga diduga karena lemahnya pengawasan.
Sebab, selama ini, di Rutan Pajangan hanya ada 7 petugas jaga. Padahal, jumlah tersebut dinilai kurang untuk melakukan pengawasan narapidana di tempat tersebut.
“Kemarin, kami juga sudah cek CCTV, kebetulan lewat dari pantuan,” ucap Doni.
Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi S mengatakan saat ini pihaknya telah menerjunkan opsnal dari Satreskrim untuk melakukan penelusuran terkait dengan jejak dan kemungkinan lokasi persembunyiaan dari Bintus.
“Sampai saat ini tim opsnal reskrim terus melakukan pelacakan. Sejauh ini sudah ada sedikit titik terang mengenai kemungkinan kemana larinya,” kata Kapolres.
Kendati demikian, Kapolres masih enggan mengungkapkan mengenai kemungkinan tempat persembunyiaan ataupun lokasi dari Bintus.
“Kami juga terus melakukan koordinasi dengan pihak rutan, Polres lainnya dan Polda DIY serta Polda lainnya. Tim kami terus bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran,” kata Kapolres.
Sekadar diketahui Bintus adalah satu dari empat pelaku pencurian spesialis elektronik asal NTB yang ditangkap pada awal Maret tahun ini. Bintus ditangkap di sebuah indekos di wilayah Glagahsari, Umbulharjo, Jogja, saat menggelar pesta narkoba.
Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti hasil kejahatan di rumah indekos tersangka. Barang bukti yang disita di antaranya lima unit laptop berbagai merek, tiga buah telepon selular, dua jam tangan, dan tas. Selain itu polisi juga menyita pisau, obeng, dan linggis yang digunakan tersangka saat melakukan aksi kejahatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.