Sleman Dilanda Angin Kencang, Warga Pakem Dilarikan ke Rumah Sakit

Sejumlah petugas dari TRC BPBD Sleman saat melakukan evakuasi sebuah pohon di Pakem, Sleman.-Ist - BPBD
21 Agustus 2020 19:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang warga Pakembinangun, Pakem, Sleman terpaksa harus menanggung luka di keningnya imbas terkena dahan pohon melinjo yang ambruk sesaat angin kencang menyambar sekitar rumahnya pada Jumat (21/8/2020).

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan jika korban sendiri bernama Tuminem Kismo Suharjo, 78, warga Gambiran, Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Rumah korban mengalami sejumlah kerusakan pada asbesnya pasca rubuhnya pohon melinjo berdiamater 25 cm tersebut.

"Korban langsung dilarikan ke Klinik PKU Muhammadiyah Pakem. Korban menerima tiga jahitan. Setelah selesai dijahit, korban langsung dibawa ke rumahnya kembali," ujar Makwan, Jumat (21/8/2020).

Lebih lanjut, sejumlah kecamatan di wilayah Sleman memang terkena imbas dari angin kencang yang terjadi pada Jumat (21/8/2020). Di antaranya, Kecamatan Cangkringan. Pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan sebuah truk di Gatak, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Kemudian, pohon tumbang menimpa rumah warga di Jetis, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

"Di wilayah kecamatan Ngemplak pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik di Sindumartani, Ngemplak dan menimpa rumah warga di Kalimanggis, Sindumartani, Ngemplak, Sleman," imbuhnya.

Untuk di wilayah kecamatan Pakem, lanjut Makwan, pohon tumbang juga menimpa dapur rumah warga di Sambi, Pakembinangun, Sleman, dan di Gambiran, Pakembinangun, Pakem, Sleman.

"Adapun, di wilayah kecamatan Ngaglik, pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Dusun Dayu, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Kemudian, pohon tumbang juga menutup akses jalan di Pandanaran, Candi Winangun, Ngaglik, Sleman," terang Makwan.

Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di wilayah Godean dan Kalasan. Makwan mengimbau agar warga lebih berhati-hati. Pasalnya, BMKG Staklim DIY menyatakan jika potensi angin kencang masih berpotensi untuk terjadi hingga esok hari.