Sekolah yang Nekat Buka Pembelajaran Tatap Muka Diminta Dilaporkan ke Pemkab Sleman

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
24 Agustus 2020 19:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman sampai saat ini belum berencana menyelenggarakan kelas tatap muka. Sementara ini, pembelajaran selama semester gasal tahun ajaran 2020/2021 masih dilaksanakan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono menuturkan pihaknya telah meminta kepada pengawas sekolah untuk melakukan monitoring terhadap sekolah-sekolah di Sleman apabila ada yang melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

"Saya minta pengawas untuk melakukan monitoring belajar dari rumah, adakah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sampai saat ini dari pengawas belum ada laporan dari pengawas SD atau SMP yang melaksanakan pembelajaran tatap muka," kata Arif pada Senin (24/8/2020).

BACA JUGA: Covid-19 di DIY Sentuh Angka 1.207 Kasus, Hari Ini Tambah 14 Pasien Baru

Selama pembelajaran jarak jauh ini, jawatannya telah menyiapkan materi pembelajaran melalui kanal YouTube Sembada Belajar. Video pembelajaran yang bisa diakses secara daring itu diproduksi oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) di Sleman.

Kendati masih dilaksanakan secara daring, Arif mempersilakan bagi sekolah yang memerlukan untuk mengundang siswa untuk datang ke sekolah untuk mengambil atau mengantar tugas. Namun, agenda ini tetap perlu dilakukan secara bergantian untuk meminimalisir kerumunan siswa. Sejauh ini ia juga belum memperbolehkan aktivitas kelas praktikum dilakukan di sekolah.

"Di tahun [ajaran] ini pembelajaran jarak jauh kami upayakan akan lebih efektif. Tadinya [tahun ajaran sebelumnya] kan kita nggak siap, dari segi apapun nggak siap," ungkap Arif.

Supaya pembelajaraan jarak jauh lebih efektif, jawatannya melakukan penyederhanaan kurikulum dan jam belajar-mengajar. "Kompetensi dasar kita sederhanakan yang esensial saja," katanya.