Hidup dengan Diabetes Melitus Harus Disiplin

Siti Mutmainnah warga Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, saat mendaftarkan anaknya dalam program JKN-KIS, Senin (31/8/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
31 Agustus 2020 20:12 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Siti Mutmainnah warga Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, harus menjalani pemeriksaan rutin sebulan sekali. Aktivitas seperti itu ia lakoni sejak 10 tahun lalu demi menjaga kondisi kesehatannya.

"Saya menderita diabetes melitus [DM] sehingga harus chek up rutin setiap bulan sekali untuk mengetahui kondisi. Untung ada program JKN-KIS yang sangat membantu karena program ini membuat orang saling tolong menolong," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Senin (31/8/2020).

Selain rutin memeriksa setiap bulan, ibu satu orang putri ini juga mengaku harus hidup disiplin sesuai anjuran dokter. Ia tidak tergoda untuk mengonsumsi apa yang menjadi pantangannya. Hal itu dijalankan Siti dengan penuh kesadaran. Tujuannya agar kesehatannya membaik. "Dengan penyakit diabetes saya harus disiplin menerapkan apa yang tidak boleh dimakan, dan apa yang boleh," katanya.

Dengan penyakit DM, Siti harus mampu menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebab, seringkali penyakit diabetes menyebabkan berbagai komplikasi serius. "Saya harus disiplin menjalani pengobatan dan menerapkan PHBS. Toh ini semua demi kesehatan saya," katanya.

Pengecekan rutin setiap bulan yang dilakukan Siti untuk melihat perkembangan kadar gula darahnya. Dia tidak mempermasalahkan jika pengobatan yang dilakukan harus sesuai prosedur BPJS Kesehatan. "Saya minta rujukan dari faskes pertama ke faskes kedua. Antre juga enggak apa-apa. Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi kesehatan saya masih baik," ujar Siti.

Keberadaan program JKN-KIS, diakui Siti, sangat membantu biaya pengobatan penyakitnya itu tidak lagi memberatkan. Siti mengaku masih menggunakan Askes karena suaminya seorang pensiunan PNS. "Saya datang ke sini untuk mendaftarkan putri saya sebagai peserta BPJS. Saya tidak terbayang kalau anak saya belum menjadi peserta JKN-KIS, apalagi suami saya sudah meninggal," katanya.

Siti berharap agar layanan BPJS Kesehatan terus meningkat dan lebih baik lagi. Menurutnya, layanan BPJS sangat membantu terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan akses kesehatan yang memadai. "Infonya iuran BPJS Kesehatan mau naik. Ya kalau benar dinaikkan maka pelayanan juga harus jauh lebih baik lagi," katanya.