Dewan Usulkan Pemkot Bangun Skywalk di Jogja

Tugu Jogja. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
03 September 2020 22:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Antonius Fokki Ardiyanto merekomendasikan agar di wilayah kota Jogja dibangun SkyWalk guna mendukung destinasi wisata baru di kota pendidikan tersebut.

Anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan tersebut mengatakan jika rekomendasi tersebut ia sampaikan pada pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah di gedung DPRD Kota Jogja pada Selasa (2/9/2020). Dari pihak eksekutif dipimpin oleh Assek Bidang Perekonomian Pemerintah Kota Jogja yakni Kadri Renggono Sakti.

"Idenya dalam rangka penataan wajah Kota Jogja yaitu dengan latar belakang bahwa dengan akan dijadikannya kawasan Jl. Jenderal Sudirman sisi timur perempatan Gramedia sebagai kawasan pedestrian yang akan dibiayai oleh Dana Keistimewaan Danais," ungkap Fokki, Kamis (3/9/2020).

Fokki tidak memungkiri jika upaya pembangunan akan berkonsekuensi terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar wilayah tersebut. Di samping itu, lanjut Fokki, Kota Jogja dengan luas wilayahnya yang mencapai sekitar 32,5 km persegi mau tidak mau harus membuka ruang ke atas atau ke bawah dalam menata wajah kota yang juga harus disinkronisasikan dengan kepentingan DIY dan pusat.

"Supaya Kota Jogja juga bisa dibuka ruang untuk membangun SkyWalk yang disesuaikan dengan kondisi lokal untuk dimasukkan dalam konsep rancangan raperda rencana tata ruang dan wilayah, dengan belajar dari Kota Bandung dalam penataan PKL dan menciptakan destinasi wisata baru dengan membangun SkyWalk Cihampelas," jelasnya.

Adapun, dalam kesempatan tersebut gagasan untuk lokasi pembangunan SkyWalk berada di atas Jl. Prof Herman Yohanes dan bisa dibiayai oleh Danais sebagai kawasan penyangga sumbu imajiner dan kawasan strategis.

"Usulan disambut dengan baik oleh Pemkot Jogja yang dalam hal ini dipimpin oleh Pak Kadri selaku Assek Bidang Perekonomian yang memimpin team eksekutif dalam pembahasan raperda ini, dan akan dibahas oleh tim untuk dapat dimasukkan dalam draft raperda," pungkas Fokki yang juga selaku Anggota Pansus Raperda RT/RW DPRD Kota Jogja Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Hari Setyowacono mengatakan jika usulan pembangunan SkyWalk dari dewan kota Jogja tersebut akan terlebih dahulu dikaji oleh pihaknya.

"SkyWalk kan otomatis jalan di atas, nah nanti akan dikaji kaitannya dengan sisi tata ruang dulu, nah nanti akan diketahui tata ruangnya seperti apa," ujar Hari, saat dikonfirmasi pada Kamis (3/9/2020).

Adapun, tahapan kajian pembangunan SkyWalk sendiri masih sampai di Bappeda Kota Jogja. Jika tahapan kajian sudah sampai instansi yang dikepalai oleh Hari, tentunya proses pembuatan detail engineering design (DED) akan dilakukan.

Kajian pembangunan yang dilakukan oleh Bappeda Kota Jogja, lanjut Hari, penting untuk dilakukan dalam rangka untuk mengetahui pengembangan dari dibangunnya SkyWalk. Pasalnya, SkyWalk juga termasuk dalam fasilitas umum.

"Otomatis berpengaruh terhadap tidak hanya Jalan Prof Herman Yohanes saja, akan tetapi juga kawasan yang ada di kanan kirinya," sambung Hari.

Hasil kajian kemudian akan ditindaklanjuti oleh instansinya. Apakah kajian pembangunan tersebut layak atau tidak. Jika memang pembangunan SkyWalk urgent untuk dilakukan, pihaknya akan melangkah ke sisi teknis.

"Kita susun DED nya, tapi kan kajian pembangunan SkyWalk itu wajib untuk dilakukan terlebih dahulu," tutupnya.