Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Koalisi Partai NasDem, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan mendukung petahana Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun untuk maju sebagai calon Bupati Sleman pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada Pilkada Serentak 2020.
"Dalam Pilkada ini Sri Muslimatun yang maju sebagai calon Bupati Sleman menggandeng Amin Purnama sebagai calon Wakil Bupati Sleman," kata Ketua Ketua DPD NasDem Kabupaten Sleman Surana di Sleman, DIY, Kamis (3/9/2020).
Menurut dia, pasangan Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) telah resmi mendeklarasikan diri untuk maju pada Pilkada Sleman 9 Desember 2020.
"Deklarasi pasangan MuliA tersebut telah dilaksanakan di pelataran Museum Monumen Jogja Kembali pada Rabu (3/9/2020) malam, yang dihadiri seluruh petinggi, kader hingga simpatisan tiga partai pengusung," katanya.
Ia mengatakan, meskipun paling akhir mendapatkan SK dukungan dari partai (NasDem, Golkar dan PKS) dibandingkan kedua pasangan calon lainnya, namun pasangan Muslimatun-Amin menjadi pasangan pertama yang mendeklarasikan diri pada Pilkada Sleman.
"Kami sudah menyiapkan strategi pemenangan bagi pasangan MuliA ini. Salah satunya membidik kalangan pemilih muda atau milenial. Media sosial menjadi salah satu media sosialisasi untuk menggaet suara milenial," katanya.
Ia mengatakan, meskipun pasangan ini usianya tidak lagi muda namun mesin politik yang disiapkan masih muda-muda.
"Bu Muslimatun juga bisa diterima di kalangan milenial," katanya.
Sedangkan bakal calon Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan deklarasi ini langkah awal sebelum mendaftarkan diri ke KPU.
"Kami akan mendaftarkan diri pada Jumat (4/9) besok," katanya.
Ia mengatakan, melihat kontestasi politik pada Pilkada kali ini ia optimistis meraih kemenangan. Dengan tiga mesin politik partai pengusung dirinya menargetkan raihan suara di atas 50 persen.
"Kami menargetkan suara di atas 50 persen agar Pilkada hanya satu putaran," katanya
Sri Muslimatun mengatakan, target memenangkan Pilkada tersebut, perlu kerja keras, cerdas dan tuntas. Meskipun begitu, ia terus berupaya menyasar lumbung-lumbung suara baik dari hulu ke hilir.
"Tentunya bersama seluruh pendukung NasDem, Golkar dan PKS. Kami akan bekerja sama menyasar lumbung-lumbung suara ini," katanya.
Ia mengatakan, selain tiga partai pengusung, dirinya mengaku juga mendapatkan dukungan dari partai nonparlemen. Salah satunya dari Partai Berkarya serta sejumlah komunitas dan relawan.
"Kami mengusung jargon \'Sembada Mbangun Sleman\' dengan program pembangunan mulai dari dusun, bukan desa lagi. Dengan begitu, kemiskinan bisa cepat turun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.