KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Koalisi Partai NasDem, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan mendukung petahana Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun untuk maju sebagai calon Bupati Sleman pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada Pilkada Serentak 2020.
"Dalam Pilkada ini Sri Muslimatun yang maju sebagai calon Bupati Sleman menggandeng Amin Purnama sebagai calon Wakil Bupati Sleman," kata Ketua Ketua DPD NasDem Kabupaten Sleman Surana di Sleman, DIY, Kamis (3/9/2020).
Menurut dia, pasangan Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) telah resmi mendeklarasikan diri untuk maju pada Pilkada Sleman 9 Desember 2020.
"Deklarasi pasangan MuliA tersebut telah dilaksanakan di pelataran Museum Monumen Jogja Kembali pada Rabu (3/9/2020) malam, yang dihadiri seluruh petinggi, kader hingga simpatisan tiga partai pengusung," katanya.
Ia mengatakan, meskipun paling akhir mendapatkan SK dukungan dari partai (NasDem, Golkar dan PKS) dibandingkan kedua pasangan calon lainnya, namun pasangan Muslimatun-Amin menjadi pasangan pertama yang mendeklarasikan diri pada Pilkada Sleman.
"Kami sudah menyiapkan strategi pemenangan bagi pasangan MuliA ini. Salah satunya membidik kalangan pemilih muda atau milenial. Media sosial menjadi salah satu media sosialisasi untuk menggaet suara milenial," katanya.
Ia mengatakan, meskipun pasangan ini usianya tidak lagi muda namun mesin politik yang disiapkan masih muda-muda.
"Bu Muslimatun juga bisa diterima di kalangan milenial," katanya.
Sedangkan bakal calon Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan deklarasi ini langkah awal sebelum mendaftarkan diri ke KPU.
"Kami akan mendaftarkan diri pada Jumat (4/9) besok," katanya.
Ia mengatakan, melihat kontestasi politik pada Pilkada kali ini ia optimistis meraih kemenangan. Dengan tiga mesin politik partai pengusung dirinya menargetkan raihan suara di atas 50 persen.
"Kami menargetkan suara di atas 50 persen agar Pilkada hanya satu putaran," katanya
Sri Muslimatun mengatakan, target memenangkan Pilkada tersebut, perlu kerja keras, cerdas dan tuntas. Meskipun begitu, ia terus berupaya menyasar lumbung-lumbung suara baik dari hulu ke hilir.
"Tentunya bersama seluruh pendukung NasDem, Golkar dan PKS. Kami akan bekerja sama menyasar lumbung-lumbung suara ini," katanya.
Ia mengatakan, selain tiga partai pengusung, dirinya mengaku juga mendapatkan dukungan dari partai nonparlemen. Salah satunya dari Partai Berkarya serta sejumlah komunitas dan relawan.
"Kami mengusung jargon \'Sembada Mbangun Sleman\' dengan program pembangunan mulai dari dusun, bukan desa lagi. Dengan begitu, kemiskinan bisa cepat turun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.