Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak 1.535 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Bantul direncanakan mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) di Jogja Expo Center (JEC), Senin (14/9/2020) hingga Rabu (16/9/2020) mendatang.
Tes diselenggarakan dibagi dalam tiga giliran atau shift dan lokasi yang sama juga digunakan untuk peserta SKB CPNS dari kabupaten dan kota di DIY lainnya.
Kepala Sub Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Jazari Hisyam mengatakan, dari 1.535 peserta harus bersaing ketat, sebab hanya ada 601 peserta yang akan lolos hingga tahap pemberkasan.
BACA JUGA : Tes SKB CPNS: Peserta Mulai Memilih Tempat Ujian, Waktu
“Perbandingannya memang 3 dibanding 1. Kemarin ada 601 formasi yang kosong, lebih banyak untuk tenaga teknis dan guru,” katanya, Rabu (9/9/2020).
Meski demikian, berdasarkan data di BKPP Bantul tidak semua formasi tersebut diisi oleh pendaftar. Sebab, sampai saat ini ada dua formasi yang belum terisi. Kedua formasi tersebut adalah petugas Satpol PP dan petugas sanitarian.
“Untuk petugas Satpol PP, sedari awal memang tidak ada yang mendaftar. Sedangkan untuk petugas sanitarian, kemarin ada yang mendaftar, tetapi gugur di persyaratan pendaftaran,” terang Hisyam.
BACA JUGA : Tes SKB CPNS Formasi 2019 Diikuti Puluhan Peserta di Luar
Kepala BKPP Bantul Danu Suswaryanta menambahkan, pelaksanaan tes tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Peserta yang datang, wajib memakai face shield dan masker. Sebelum memasuki registrasi, peserta diminta mencuci tangan dengan sabun di tempat yang disediakan.
Saat memasuki ruangan, petugas juga harus memberikan hand sanitizer ke tangan masing-masing peserta, diikuti cek suhu tubuh.
“Kami juga menerapkan jaga jarak. Ada pembatasan per sesi hanya ada 200 peserta,” katanya.
Sementara disinggung mengenai tingkat kelulusan peserta tes didasarkan kepada ambang batas, Hisyam menyatakan jika nantinya banyak yang lolos, penentuan peserta lolos akan sesuai formasi dan nilai tertinggi.
“Jika ada tinggi nilai ada yang sama, penentuan akan didasarkan kepada Permenpan RB,” ucap Hisyam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.