Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 49 penambahan kasus positif pada Jumat (11/9/2020). Sementara 15 kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus dilaporkan meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisilinya meliputi Sleman 21 Kasus, Kota Jogja 13 kasus, Kulonprogo 9 kasus, Bantul 5 kasus dan Gunungkidul 1 kasus.
Berdasarkan riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari skrining karyawan kesehaTan 2 kasus, skrining pasien 6 kasus, skrining pekerjaan 1 kasus, tracing kasus positif 20 kasus, perjalanan luar daerah 7 kasus dan masih dalam penelusuran 13 kasus.
“Penambahan ini berdasarkan pemeriksaan pada 501 sampel dari 446 orang. Satu kasus meninggal yakni Kasus 1.646, laki-laki 81 tahun, Sleman dengan penyakit komorbid paru kronis,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Bantul 5 kasus, Kulonprogo 6 kasus, Kota Jogja dan Sleman masing-masing 2 kasus. dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 1.744 kasus, dengan 1.313 kasus sembuh dan 50 kasus meninggal.
Rincian kasus Jumat (11/9/2020):
1. Kasus 1701 : Perempuan, 53 th, Bantul
(Riwayat : hasil tracing kontak kasus 1555)
2. Kasus 1702 : Perempuan, 41 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1557 )
3. Kasus 1703 : Perempuan, 47 th, Bantul
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1552)
2. Kasus 1704 : Laki laki, 33 th, Bantul (Riwayat : Masih dalam penelusuran)
4. Kasus 1705 : Perempuan 41 th, Kulon Progo
(Riwayat : Perjalanan dari Jakarta)
5. Kasus 1706 : Laki laki, 53 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Surabaya)
6. Kasus 1707 : Laki laki, 45 th, Kota Yogyakarta (Riwayat : Masih dalam penelusuran)
7. Kasus 1708 : Perempan, 27 th, Kota Yogyakarta
8. Kasus 1709 : Laki laki, 5 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : 2 kasus hasil tracing kontak kasus 1659)
9. Kasus 1710 s.d 1714 (Riwayat : 5 kasus hasil skrining pasien)
10. Kasus 1715 : Perempuan, 46 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Masih dalam penelusuran)
11. Kasus 1716 : Laki laki, 34 th, Kota Yogyakarta
12. Kasus 1717 : Perempuan, 22 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : 2 kasus hasil tracing kontak kasus 1560)
13. Kasus 1718 : Laki laki, 32 th, Sleman (Riwayat : Masih dalam penelusuaran)
14. Kasus 1719 : Perempuan, 64 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1503)
15. Kasus 1720 : Laki laki, 47 th, Sleman
16. Kasus 1721 : Perempuan, 46 th, Sleman
(Riwayat : 2 kasus hasil skrining karyawan kesehatan)
17. Kasus 1722 s.d 1724 (Riwayat : 3 kasus masih dalam penelusuran)
18. Kasus 1725 : Laki laki, 27 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1461)
19. Kasus 1726 : Perempuan, 55 th, Sleman
20. Kasus 1727 : Perempuan, 22 th, Sleman
(Riwayat : 2 kasus hasil tracing kontak kasus 1541)
21. Kasus 1728 : Laki laki, 24 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Bali)
22. Kasus 1729 s.d 1734
(Riwayat : 6 kasus hasil tracing kontak kasus 1544)
23. Kasus 1735 : Laki laki, 46 th, Kulon Progo
(Riwayat : Perjalanan dari Kendari)
24. Kasus 1736 : Perempuan, 51 th, Kulon Progo
(Riwayat : Perjalanan dari Wonosobo)
25. Kasus 1737 dan 1738 (Riwayat : 2 kasus masih dalam penelusuran)
26. Kasus 1739 : Perempuan, 54 th, Kulon Progo
27. Kasus 1740 : Laki laki, 40 th, Kulon Progo
28. Kasus 1741 : Perempuan, 34 th, Kulon Progo
(Riwayat : 3 kasus hasil tracing kontak kasus 1636)
29. Kasus 1742 s.d 1745 (Riwayat : 4 kasus masih dalam penelusuran)
30. Kasus 1746 : Perempuan, 26 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Banjarmasin)
31. Kasus 1747 : Laki laki, 14 th, Bantul
(Riwayat : Perjalanan dari Luar kota)
32. Kasus 1748 : Perempuan, 43 th, Sleman
(Riwayat : Hasil skrining pekerjaan)
33. Kasus 1749 : Perempuan, 33 th, Sleman
(Riwayat : Hasil skrining pasien)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta