Ini Alasan NU-PKB Sleman Dukung DWS-ACH di Pilkada 2020

Perwakilan NU-PKB saat ikut mendaftarkan paslon DWS-ACH ke Kantor KPU Sleman beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 September 2020 11:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Meskipun NU bukan organisasi politik, PCNU Sleman sudah mengambil sikap politik pada Pilkada Sleman 2020. Melalui Tim 9 bentukan NU dan PKB, PCNU secara terbuka memberikan dukungan kepada pasangan calon bupati (cabup) Danang Wicaksana Sulistya-Agus Choliq (DWS-ACH).

Khatib Syuriah PCNU Sleman KH Fahmi Basya mengatakan proses seleksi nama calon yang diusung internal NU cukup panjang. "Sikap siyasah [politik] dari nahdliyin ini kemudian mengerucut, bulat sepakat pada kader terbaik, Agus Choliq dan diplot mendampingi DWS," kata Fahmi Basya, Kamis (10/9/2020).

Pengasuh Pondok Pesantren Alfalahiyah Mlangi yang akrab disapa Gus Fahmi ini menambahkan selain dianggap santri internal NU, ACH juga organisatoris yang enerjik. "Latar belakang DWS-ACH yang sama-sama putra Sleman, ini saya rasa adalah keuntungan. Pasangan ini dapat lebih mengerti harapan dan seluk beluk wilayah dengan lebih baik sehingga dapat diandalkan sebagai motor penggerak perubahan di Sleman," ujar Fahmi.

Menurut dia, masuknya ACH dalam Pilkada Sleman 2020 merupakan manifestasi harapan kaum nahdliyin di Sleman. Sebagai ormas yang secara kultural memiliki basis massa terbesar di Indonesia, Fahmi menyebut kepentingan NU sejauh ini kerap tidak terwakili.

Kalangan nahdliyin, kata Fahmi, mengharapkan adanya program riil yang dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren. Dia merinci, santri yang digembleng dalam ilmu agama perlu mendapat penguatan lifeskill bidang ekonomi agar dapat tetap berperan dalam pembangunan.

"Sederhana saja, di Sleman ini ada 111 pondok pesantren, 80 persennya berafiliasi dengan NU. Dengan adanya ACH kami harapkan dapat menyuarakan kepentingan kami utamanya di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan kesehatan," katanya.

Menurutnya, peran serta santri dan pesantren dalam kegiatan-kegiatan ekonomi, meskipun tidak berorientasi pada hasil namun dirasa sangat mendesak. Pasalnya, menurut sarjana lulusan Yaman ini, para santri harus disiapkan untuk menyongsong tantangan perubahan zaman. "NU juga berharap dapat berperan lebih dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Tidak usah bicara skala rumah sakit, pesantren dan NU seharusnya sudah memiliki klinik untuk berperan dalam upaya penciptaan masyarakat sehat," kata Fahmi.

Ketua Dewan Syuro PKB Sleman Nuruddin mewakili PKB mengatakan pada Pilkada Sleman partainya tidak bisa mengusung paslon sendiri sehingga harus membentuk koalisi dengan partai lain. PKB, katanya, bertekad bulat memenangkan paslon Danang-Cholik ini selain memiliki integritas keduanya juga dinilai masih muda.

"Keduanya muda-muda dan kami percaya dengan jiwa mudanya akan mampu mewujudkan Sleman yang lebih baik. PKB NU sepakat untuk memenangkan paslon ini. Ini sudah menjadi tekad bulat kami," katanya.