ICS 2026 Kolaborasikan Otomotif Custom dan Freedom Run di Jogja
Indonesia Custom Show 2026 menghadirkan Freedom Run 5K di JEC Jogja dengan pengawalan mobil dan motor custom serta hadiah mobil dan motor custom.
Para siswa yang akan mewakili DIY dalam KSN 2020 di tingkat nasional. /ist-kesbang.
Harianjogja.com, JOGJA--Memiliki siswa berbakat yang lolos ke kompetisi tingkat nasional menjadi kebanggan tersendiri bagi sekolah. Sekolah Kesatuan Bangsa Jogja misalnya, menjadi sekolah swasta yang di 2020 ini mampu meloloskan 15 siswanya ke Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020.
KSN sebelumnya merupakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang di 2020 ini berganti nama dan di bawah penyelenggaraan lembaga baru, Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud. Untuk bisa lolos ke level nasional di KSN ini harus melalui seleksi berjenjang di DIY. Adapun Sekolah Kesatuan Bangsa mampu meloloskan dua siswa SMP dan 13 siswa SMA dalam seleksi KSN SMA tingkat DIY yang digelar secara online pada Agustus 2020 lalu. Selanjutnya 15 pelajar SMP dan SMA Kesatuan Bangsa ini akan mewakili DIY berlaga di KSN level nasional pada Oktober mendatang.
"Kami tetap konsisten memberikan kontribusi terbaiknya dalam mencetak generasi berprestasi, meskipun pandemi Covid-19 dan pembelajaran harus online," ungkap Humas Sekolah Kesatuan Bangsa Ahmad Ihsanudin dalam rilisnya Minggu (20/9/2020).
Baca Juga: Sepasang Kekasih Tersangka Mutilasi Sempat Nginap Bareng Jasad Warga Sleman Rinaldi karena Kelelahan
Ia menambahkan, 15 siswa tersebut akan mengikuti sembilan mata pelajaran, antara lain Kimia diwakili oleh Reyhan Adhiguna, Matematika M. Alan Maulana Ishaq dan Charisma Pramudya Rudiyanto, kemudian Althaaf Syaikha Nuhaad mewakili bidang Fisika dan Biologi diwakili Hanum Rahmawati serta Yasmina Ashfa Zahida.
Sedangkan Astronomi siswa atasnama M. Hazel Variansyah dan Farhan Adyansyah, Ekonomi Putri Dwi Lestari, Geografi siswa bernama M. Alsamtu Tita, Geoscience diwakili Glady Sajidah dan Komputer diwakili oleh Ngata Parama Aptana dan Muhammad Kautsar Aryana.
Pembinaan dimulai di awal tahun dari siswa kelas 7 dan 10 dan siswa kelas 8 dan kelas 9 dengan memilih siswa berbakat dan punya minat mengembangkan diri untuk bergabung dengan tim olimpiade. "Untuk pembinaan siswa olimpiade sendiri akan secara bertahap, anggota baru akan masuk ke kelas pembinaan level pemula, dan yang senior akan masuk ke kelas lanjutan," katanya.
Baca Juga: Penelitian: Virus Corona Ternyata Toleran Terhadap Panas, dan Sangat Tangguh
Ahmad Ihsanudin menyatakan selama masa pandemi menjadi tantangan tersendiri karena banyak siswa kurang maksimal karena biasanya mereka pembinaan secara bertatap muka dengan pembimbing. Selain itu ada kendala komunikasi untuk mengevaluasi dan memotivasi secara langsung siswa. Meski motivasi melalui webinar selalu diberikan, akan tetapi berbeda dengan saat penyampaian secara tatap muka.
"Tetapi anak-anak tetap termotivasi dan fokus persiapan meski pun berada di kondisi pandemi dan pelatihan daring yang tak seoptimal biasanya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia Custom Show 2026 menghadirkan Freedom Run 5K di JEC Jogja dengan pengawalan mobil dan motor custom serta hadiah mobil dan motor custom.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
BPS menyebut Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memperbarui data ekonomi, termasuk memetakan kondisi UMKM di tengah pertumbuhan bisnis digital.