Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencatat daya tampung SMA/SMAK Negeri di DIY terbatas. Oleh karena itu ada ribuan lulusan SMP dipastikan tak bisa tertampung di sekolah negeri. Disdikpora DIY meminta siswa lulusan SMP/MTs di DIY mendaftar ke sekolah lain atau swasta.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman menyampaikan jumlah lulusan SMP/MTs DIY tahun 2024/2025 berada di angka 55.655 siswa. Angka tersebut lebih dari tiga kali lipat daya tampung SMA/SMK Negeri di DIY.
Jumlah itu belum termasuk lulusan SMP/MTs berasal dari luar DIY yang mendaftar dalam Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) mencapai 1.552 orang. Ribuan orang tersebut memperebutkan kursi untuk bersekolah di SMA/SMK Negeri DIY. Dengan begitu, maka total lulusan SMP/MTs yang memperebutkan kursi untuk jenjang SMA/K negeri di DIY mencapai 57.207 orang.
Adapun daya tampung SMA negeri mencapai 15.048 orang, dan daya tampung SMK Negeri mencapai 18.231 orang. Sehingga total daya tampung SMA/SMK negeri di DIY mencapai 33.279 orang. “Sehingga calon murid yang tidak tertampung di SMA/SMK Negeri mencapai 23.928 orang,” katanya, Selasa (24/6/2025).
Ia meminta agar siswa lulusan SMP/MTs yang tidak tertampung di SMA/K negeri tersebut mendaftarkan diri ke SMA/SMK swasta maupun MA/MAK. Menurutnya, kualitas sekolah yang ada di DY rata-rata tidak berbeda jauh satu dengan lainnya. Sehingga, sekolah-sekolah tersebut pun dapat menjadi pertimbangan orang tua siswa.
"Dengan daya tampung tersebut di SMA/SMK negeri tersebut, setiap rombongan belajar akan diisi dengan maksimal 36 orang siswa. Sementara setiap rombongan belajar SMA minimal ada 20 orang, dan SMK minimal ada 15 orang," ujarnya.
BACA JUGA: PT Pos Indonesia Terbitkan Perangko Bergambar Sri Sultan Hamengku Buwono X
Suhirman menegaskan dalam SMPB 2025 ini SMA/SMK pun wajib menerima siswa dengan disabilitas paling banyak dua orang setiap rombongan belajar. Penerimaan siswa disabilitas di setiap rombongan belajar SMA/SMK akan diperhitungkan dalam penentuan jumlah kuota jalur afirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.