Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tangkapan layar Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan penyehhatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Agus Priyanto, sedang memberi paparan dalam rapat daring Forum Sosialisasi Pencegahan Pengendalian Covid-19, Senin (21/9/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sangat penting di tengah terus bertambahnya kasus positif covid-19. Untuk memasifkan sosialisasi protokol lesehatan, Dinas Kesehatan DIY membentuk Forum Sosialisasi Pencegahan Pengendalian Covid-19.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan penyehhatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Agus Priyanto, mengatakan pembentukan forum ini menjadi upaya untuk merangkul berbagai pihak dalam sosialisasi protokol kesehatan agar lebih massif dan efektif. “Kami buat gerakan Ayo Gawe Jogja Ijo. Ijo maksudnya zona resikonya,” ujarnya dalam rapat daring Forum Sosialisasi Pencegahan Pengendalian Covid-19, Senin (21/9/2020).
Beberapa pihak yang dilibatkan dalam forum ini adalah Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Satpol PP DIY, Polda DIY, Korem 072, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Fatayat DIY, Aisyiah DIY, Fakultas Kedokteran UGM dan lainnya.
“Membagi informasi dengan masyarakat melalui website dan sosmed masing-masing instansi. Kami juga libatkan jaringan Fatayat, Aisyiah, NGO, untuk bisa sampai ke desa dan segmen tertentu. Selama ini yang intens dari dinkes kominfo dan humas. Tapi punya kekuatan yang lain. Semua punya jaringan,” kata dia.
Materi sosialisasi ini mengacu pada Pergub No.77/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Peotokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Di dalamnya telah diatur apa saja kewajiban masyarakat baik perorangan maupun pengelola tempat umum atau usaha dalam penegakan protokol Kesehatan.
Masyarakat juga diharapkan dapat terlibat aktif dalam penanganan dan pencegahan covid-19 mulai dari tingkat desa, yakni dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang sudah terbentuk di beberapa wilayah. “Menghidupkan semua unsur di desa untuk pengendalian di wilayah,” katanya.
Dadenkes Korem 072 Pamungkas, Letkol Ckm. Virni Sagita M, mengatakan upaya sosialisasi sebenarnya sudah cukup massif selama ini. Aturan tegas yang memberikan sanksi pada pelanggar protokol Kesehatan juga sudah ditegakkan. Namun sayangnya itu belum cukup mendisiplinkan masyarakat.
Menurutnya, harus ada formula lain untuk penegakan protokol Kesehatan ini. Ia mencontohkan di samping pemberian sanksi, perlu juga pemberian reward. “Mungkin dengan pemberian reward bisa turut merangsang masyarakat dalam melaksanakan protokol Kesehatan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.