KONFERDA PWI DIY 2020: Tegakkan Kode Etik, Pers Akan Tetap Hidup

Ketua PWI DIY Sihono menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada ke pimpinan sidang. - Istimewa
25 September 2020 23:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY menggelar Konferensi Daerah/Provinsi (Konferda) di Kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Jogja, Jumat (25/9/2020). Konferda hari pertama membahas Tatib Konferda serta Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PWI DIY 2015-2020. Sedangkan hari kedua, Sabtu (26/9/2020) agendanya adalah pemilihan langsung Ketua PWI DIY periode 2020-2025, formatur dan Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD).

Konferda hari pertama diikuti para anggota PWI DIY yang hadir langsung di tempat acara maupun secara daring melalui zoom meeting. Ikut hadir pula secara daring sekaligus membuka secara resmi konferda, Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari. Konferda PWI DIY didukung Bank BNI, Bank BRI, Bank BPD DIY, Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Aisyiyah (Unnisa) Yogyakarta, PT Taman Wisata Candi (TWC) dan Anggota DPD RI M Afnan Hadikusumo. Adapun tema Konferda PWI DIY Meneguhkan PWI sebagai Organisasi Profesional dan Bermartabat.

Atal S. Depari mengucapkan selamat berkonferensi kepada seluruh pengurus dan anggota PWI DIY seraya mendoakan supaya konferda berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, tantangan pers ke depan akan semakin besar. Dari segi bisnis sudah terasa pahit demikian pula dari segi jurnalistik akibat gempuran media sosial (medsos) yang sangat agresif. Tapi yang perlu diingat bahwa ruh dari pers adalah kompetensi dan kode etik, sehingga produk jurnalistik yang dihasilkan valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Meskipun saat ini ada sedikit ketidakpercayaan publik kepada pers karena lebih memilih mendos, tapi nantinya publik akan bosan dengan medsos yang isinya masih diperdebatkan dan perlu diuji. Berbeda dengan produk jurnalistik pers yang valid. Oleh karena itu, Atal meminta pers untuk selalu menegakkan kode etik diimbangi komepetensi dan profesional dalam proses produksi jurnalistik. "Pers akan tetap hidup," katanya.

Head of Region BNI Kantor Wilayah Yogyakarta Moh Hisyam dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada insan pers di Yogyakarta yang selama ini telah menjalin kemitraan yang baik dengan Bank BNI. Hisyam berharap konferda PWI DIY berjalan dengan baik, menghasilkan kepengurusan yang amanah menjalankan keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam konferda. "Selamat berkonferensi, semoga PWI DIY terus memberi sumbangsih positif bagi masyarakat, bangsa dan negara," katanya.

Ketua Konferda PWI DIY Hudono mengatakan pemilihan Ketua PWI DIY periode 2020-2025, formatur dan Ketua DKD akan dilakukan secara langsung di lokasi konferda. Anggota biasa yang memiliki hak suara, tercatat ada 132 anggota. Adapun syarat sebagai calon Ketua PWI DIY periode 2020-2025 (sesuai PDPRT PWI Tahun 2019) yakni sudah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya tiga tahun, pernah menjadi pengurus PWI pusat atau PWI provinsi atau PWI kabupaten/kota dan bersertifikat wartawan utama. Sementara untuk dapat dipilih menjadi anggota Dewan Kehormatan Daerah/Provinsi harus bersertifikat wartawan utama, telah menjadi anggota biasa sekurang-kurangnya lima tahun dan berusia sekurang-kurangnya 40 tahun.

Panitia konferda sangat berharap seluruh anggota biasa PWI berpartisipasi menggunakan hak suaranya. Bagi mereka yang berhalangan hadir dapat menguasakan kepada anggota lainnya, dengan ketentuan satu anggota membawa paling banyak 3 surat kuasa atau mandat.