Alat Kampanye Salah Satu Paslon di Sleman Dirusak, Ini Kata Bawaslu

Ilustrasi. - Freepik
04 Oktober 2020 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sepekan kampanye Pilkada Sleman, kasus perusakan baliho menimpa pasangan calon (Paslon) yang diusung PKS, Golkar dan NasDem, Sri Muslimatun – Amin Purnama (MuliA). Bawaslu Sleman mengimbau agar pendukung masing-masing paslon dan partai pengusung mengedepankan kampanye damai.

Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan khusus soal perusakan alat peraga kampanye (APK) Bawaslu mengimbau kepada para paslon untuk segera memberitahukan jumlah, lokasi dan jenis Alat Peraga Kampanye mandiri yang telah/akan dipasang kepada KPU Sleman. Hal ini sesuai Peraturan KPU No.11/2020 tentang Kampanye.

"Karena ada kewajiban juga bagi KPU untuk menjaga keamanan APK paslon yang memenuhi syarat dan aturan dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Para paslon harus memberitahukan secara tertulis APK nya kepada KPU," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (4/10/2020).

Hingga kini, katanya, belum ada laporan yang masuk terkait pengrusakan alat peraga kampanye (APK) dari paslon manapun yang masuk ke Bawaslu Sleman maupun ke Panwaslu. Dia berharap agar para Paslon dan Tim Kampanye masing-masing calon untuk bersama-sama menjaga kesejukan, berkampanye dengan damai.

BACA JUGA: Mobil TNI Dipakai Warga Sipil Beli Nasi Padang, Puspomad Panggil Purnawirawan

"Bila ada yang merasa dirugikan dan ingin melaporkan ke Bawaslu, Bawaslu terbuka menerima laporan, termasuk dari paslon demi menjaga asas pemilihan yang luber dan jurdil," kata Arjuna.

Diberitakan sebelumnya, puluhan APK atau poster milik pasangan MuliA dirusak orang tak dikenal. Pengrusakan ini terjadi di dua lokasi berbeda pada Jumat (2/10/2020).

Lokasi pertama ditemukan lebih dari 10 baliho MuliA di sepanjang dusun Lemahabang, Gayamharjo, Prambanan dirusak/dicabut dari tanah. Lokasi kedua ditemukan di Dusun Sokategal Dermo Merdikorejo, Tempel. Di wilayah ini, deretan baliho milik MuliA dirobek hingga rusak.

Dari gambar-gambar yang beredar di media sosial, baliho dirobek di bagian foto kedua kandidat. Sementara baliho lainnya dirusak/dicabut dan dibuang di sekitar jalan raya.

Menanggapi perusakan ini, Ketua DPD NasDem Sleman, Surana berencana melapor ke Bawaslu dan kepolisian. Menurutnya, aksi tersebut tidak bisa dibenarkan dalam proses demokrasi. Apalagi sebelumnya, seluruh paslon dan partai pendukung sepakat untuk melaksanakan kampanye damai.

"Kami tidak akan diam, kasus ini akan dilaporkan ke Bawaslu dan Polres Sleman. Kami ingin kasus ini segera ditindaklnjuti agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” tegas Anggota DPRD Sleman ini, Sabtu (3/10/2020).

Sementara Ketua Tim Pemenangan, Hasto Karyantoro meyakini, perusakan ini dilakukan oleh pendukung kandidat lain. Ia menduga mereka tidak mau bersaing secara fair sehingga memilih skenario gaduh.

“Saya tidak yakin ini dilakukan masyarakat sekitar. Mereka sengaja menciptakan kegaduhan dengan cara merusak alat peraga kampanye. Skenario gaduh dihembuskan karena mereka ingin Pilkada kacau,” kata Anggota DPRD Sleman yang juga Ketua DPD PKS Sleman itu.

Calon Bupati Sri Muslimatun turut berkomentar dengan aksi tidak terpuji tersebut. Sosok yang dikenal sebagai “Mboke Wong Sleman” itu mengingatkan kepada pendukungnya agar bersikap tenang dan tidak terpancing provokasi. "Percayakan pada Bawaslu dan Kepolisian. Kami komitmen menjaga kondusifitas sebagaimana saat deklarasi damai bersama seluruh elemen Pilkada," tandasnya.