Dibegal Rombongan Klithih di Gamping, Urat Tangan Pemuda di Sleman Sampai Putus

Ilustrasi perkelahian, pengeroyokan, klithih-JIBI - Solopos
07 Oktober 2020 20:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang remaja di Sleman diduga menjadi korban kejahatan jalanan tanpa motif yang jelas alias klithih.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, kejahatan jalanan atau klithih dikabarkan terjadi lagi di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman. Seorang korban remaja mengalami luka yang cukup serius hingga urat tangannya putus.

Peristiwa itu diceritakan oleh pengguna akun Facebook bernama Azka yang bergabung di Grup Facebook, Anti Klitih Jogja. Azka mengisahkan peristiwa terjadi kepada sepupunya saat melintas di Jalan Ring Road Barat, Bedog, Kapanewon Gamping, Sleman, Minggu (4/10/2020).

"Sepupu saya kena klithih kemarin malam jam 23.30 di daerah Ring Road Kulon selokan atau Bedog, Gamping, Sleman," kata Azka dalam unggahan facebook miliknya.

BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa Blokade Pertigaan UIN Jogja Protes Omnibus Law

Azka menjelaskan bahwa terduga pelaku berjumlah 6 orang. Mereka menggunakan sepeda motor jenis N-MX warna putih. Terduga pelaku menganiaya korban menggunakan batako dan balok.

Para pelaku melampari korban dengan batok. Korban yang tak siap dengan serangan mendadak hanya bisa pasrah. Usai membuat kegaduhan, terduga pelaku melarikan diri.

"Pelaku melempar batako atau balok sejenisnya sampai korban putus urat tangannya. Sudah dibawa ke rumah sakit Queen Latifa, karena alat tidak memadai korban dirujuk langsung ke RSUP Dr Sardjito dan sudah dioperasi," lanjut isi dalam postingannya.

Tak hanya sepupunya, adik kandung Azka di wilayah yang sama tepat di simpang empat Monumen Jogja Kembali (Monjali), mendapat teror oleh sekelompok remaja. Adik pengunggah mengaku telah dibuntuti enam orang pria remaja menggunakan seragam sekolah.

"Tempo lalu adik saya sendiri sempat dibuntuti 6 orang memakai seragam sekolah. Posisi adik saya pulang dari rumah bude saya daerah Gamping melewati Ring Road arah Monjali. Sampai di perempatan Monjali sudah tidak diikuti sama rombongan tersebut," ucap pengunggah.

Saat ini kasus-kasus yang menimpa saudaranya sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

"Alhamdulillah sudah saya laporkan ke pihak berwajib," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Gamping, Iptu Tito Satria membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.

"Benar ada kejadian dugaan penganiayaan di wilayah hukum Polsek Gamping. Namun Laporannya dan penangananya langsung ke Polres Sleman," kata Tito melalui pesan singkat, Rabu (7/10/2020).

Namun begitu, ia menjelaskan kronologi singkat yang menimpa korban. Mulanya pada Minggu (4/10/2020) malam, korban yang merupakan seorang pria sedang melintas di jalan Ring Road Gamping menggunakan kendaraan mobil. Tiba di lokasi kejadian, datang sekelompok anak-anak yang diduga klithih.

Menurutnya, terduga pelaku yang berjumlah kurang lebih enam orang tersebut spontanitas melempar sebuah batu ke arah korban.

"Lemparan itu mengenai korban dan mobil Brio yang dikendarai korban," ucapnya.

Dirinya menilai, bahwa jalanan tersebut selain rawan kecelakaan juga rawan tindak kriminalitas. Sehingga kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas lokasi yang cenderung gelap itu. Pihaknya juga tidak henti-hentinya menggencarkan kegiatan patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan.

"Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati lagi. Untuk jalanan Ring Road Gamping termasuk gelap jika malam khususnya di jalur lambat motor," katanya.

Sumber : Suara.com